Senin, 22 Juli 2019

Ini Pesan Jokowi di HPN 2016

Selasa, 09 Februari 2016 , 19:12:00 WIB

Presiden Jokowi dalam sambutannya di acara puncak Hari Pers Nasional (HPN) 2016 berharap peras Indonesia bisa menjadi corong untuk menggerakkan dan membangun optimisme publik serta etos kerja masyarakat agar produktivitas masyarakat terjaga dengan baik.

Namun, ia menyebutkan, acap kali menemukan judul-judul pemberitaan di media massa yang membuat masyarakat menjadi pesimistis.

Presiden menyebutkan judul-judul seperti Indonesia Diprediksi Akan Hancur, Indonesia Akan Bangkrut, Rupiah Terhadap Dollar Akan Tembus 15 Ribu, Jokowi-JK Akan Ambruk.

Judul-judul seperti ini dikatakan Jokowi yang membuat publik pesimistis, padahal yang dibutuhkan Indonesia saat ini adalah trust atau kepercayaan dari publik di era kompetisi seperti sekarang ini.

"Judul seperti ini jika diteruskan yang muncul adalah pesimisme, yang muncul adalah etos kerja yang tidak terbangun dengan baik. Padahal itu hanyalah asumsi, tapi akan sangat mempengaruhi," kata Jokowi, Selasa, (9/2).

Ia menyoroti media televisi yang jarang ditemukan memutar lagu-lagu wajib nasional pada jam-jam prime time. Padahal menurutnya media bertugas membentuk karakter, mentalitas, dan moralitas publik.

"Alangkah sangat bagus (lagu wajib nasional diputar) sehingga anak kita semuanya, dari Sabang sampai Merauke, akan hafal lagu nasional dan bukan bertumpu pada rating," kata Jokowi lagi.

Kepada insan pers, Jokowi berpesan dan memberi masukan yang positif agar kedepan insan pers yang sudah berada di era kemerdekaan pers ini membangun optimisme publik serta etos kerja masyarakat. saat ini posisi pers sangat menguntungkan, karena berbeda dengan zaman Orde Baru dulu, dimana pers ditekan pemerintah, sedangkan di era sekarang justru kebalikannya, pers yang dapat menekan pemerintah.

"Membangun optimisme publik dan membangun etos kerja masyarakat," pesan Jokowi kepada insan pers tanah air yang hadir pada kesempatan itu.

Panitia HPN 2016