Sabtu, 23 November 2019

Silahturahmi Pers Nasional, Jokowi: Saya Tahu Sekarang Banyak Tulisan Pedas

Bisnis.com, JAKARTA--Presiden Joko Widodo menghadiri Silaturahmi Pers Nasional dan berharap dapat mempererat hubungan pemerintah dengan insan pers di Tanah Air.

Jokowi mengaku senang bisa hadir di acara Silaturahmi Pers Nasional. Pasalnya, Jokowi absen saat peringatan Hari Pers Nasional (HPN) 2015 yang digelar di Tanjung Pinang dan Batam, Kepulauan Riau pada 6 Februari-10 Februari 2015.

"Saya senang malam hari ini bisa hadir di forum Silaturahim Pers Nasional. Forum ini penting bagi saya mendengar pandangan dan pemikiran dari insan pers," ujarnya di Auditorium Gedung TVRI, Senayan, Jakarta, Senin (27/4/2015).

Pertemuan tersebut, lanjutnya, sekaligus mempererat hubungan pemerintah dengan pers. Jokowi menuturkan di era kemerdekaan pers ini, semua orang bebas mengungkapkan opini di media massa, termasuk mendorong perdebatan yang membentuk pendewasaan demokrasi.

"Menurut saya perdebatan adalah bagian dari pendewsaan demokrasi tapi kadang-kadang membuat kita capek. Kita ingin pertahankan fungsi pers sebagai fungsi kontrol dalam berbangsa dan bernegara," imbuhnya.

Setiap pagi atau malam, Jokowi menyempatkan diri untuk membuka media massa tv, radio, koran, hingga online. Dengan memantau perkembangan isu di media, Presiden mengaku tahu mana berita yang aneh dan melintir. Kendati demikian, kepala negara menilai kritik media massa merupakan alat kontrol agar pemerintahan dberjalan dengan efektif.

"Saya tahu sekarang banyak kritik, banyak tulisan pedas. Buat saya segar-segar saja, yang pedas juga menyegarkan. Enggak apa-apa tulis terus buat saya baik, artinya ada kontrol," tegasnya.

Presiden berharap media massa dapat menjadi pendorong ekonomi, sosial, politik, dan budaya dengan menyuguhkan keakuratan data, kritik dan solusi bagi masalah-masalah bangsa.