Kamis, 19 September 2019

Presiden SBY soroti pemilik media

Presiden Susilo Bambang YudhoyonoBengkulu (ANTARA News) - Presiden Susilo Bambang Yudhoyono pada peringatan Hari Pers Nasional 2014 di Benteng Marlborough, Bengkulu, Minggu, menyoroti para pemilik media yang berpolitik dan menyalahgunakan medianya untuk kepentingan sendiri.

"Hegemoni dan kontrol dari kekuasaan terhadap kehidupan demokrasi itu buruk. Saya harus mengatakan sama buruknya dengan hegemoni dan kontrol pemilik modal pers yang melebihi kepatutan," kata Presiden.

Presiden mengaskan hegemoni dan kontrol pemilik modal merupakan salah satu isu yang mengemuka seiring dengan sejumlah pemilik media yang turut maju dalam arena politik.

Pada peringatan Hari Pers Nasional 2014 tersebut, penyalahgunaan media untuk kepentingan politik para pemiliknya juga menjadi bahasan dan isu utama. Apalagi di tengah tahun politik, mendekati Pemilu 2014.

Ketua Umum Persatuan Wartawan Indonesia Margiono mengatakan, kontrol pemilik media menjadi isu yang panas hingga saat ini. Objektivitas dan independensi media secara utuh terhadap pemiliknya pada kenyataannya sulit diwujudkan. Hal yang bisa diwujudkan adalah semaksimal mungkin objektif dan independen.

"Mengajak objektif betul adalah tidak mungkin. Yang bisa disebut adalah semaksimal mungkin objektif dan independen," katanya.

Deklarasi Hari Pers Nasional 2014 yang dibacakan oleh Ketua Dewan Pers Bagir Manan juga memuat isu tersebut. "Demi menjaga martabat dan integritas pers yang independen dan fair, pers Indonesia harus dapat menahan diri dan mengenal batas dalam mengampanyekan para pemiliknya yang terjun ke dunia politik," katanya.

Bagir Manan menambahkan, penggunaan media untuk tujuan - tujuan politik praktis niscaya akan berdampak negatif bagi nama baik media tersebut di mata masyarakat.

"Dalam jangka panjang, hal tersebut juga berdampak negatif terhadap martabat pers nasional secara keseluruhan," katanya.

Sementara itu, Presiden Yudhoyono menghadiri peringatan Hari Pers Nasiolnal  itu didampingi Ibu Negara Ani Yudhoyono. Hari Pers Nasional yang digelar di Benteng Marlborough, Kota Bengkulu, selain dihadiri oleh para insan dan tokoh pers, juga tampak para Menteri Kabinet Indonesia Bersatu II.

Komunitas Hari Pers Nasional (HPN) terdiri atas Dewan Pers, Persatuan Wartawan Indonesia (PWI), Serikat Perusahaan perS (SPS), Serikat Drafika Pers (SGP), Ikatan Jurnalis Televisi Indonesia (IJTI), Persatuan Perusahaan Periklanan Indonesia (P3I), Perusahaan Radio Siaran Swasta Nasional Indonesia (PRSSNI), Asosiasi Televisi Swasta Indonesia (ATVSI), Asosiasi Televisi Lokal Indonesia (ATVLI). (*)