Jumat, 15 November 2019

SBY: Pers berjasa kuatkan diri

Presiden Susilo Bambang YudhoyonoBengkulu (ANTARA News) - Presiden Susilo Bambang Yudhoyono pada puncak peringatakan Hari Pers Nasional 2014 di Bengkulu, Minggu, mengatakan pers telah berjasa menguatkan dirinya untuk tidak tergoda dengan kekuasaan dan tidak ceroboh dalam membuat kebijakan.

"Pers sering sinikal dan kurang bersahabat terhadap saya, tiada hari tanpa kritik dan kecaman, tiada hari tanpa desas - desus untuk diri saya dan keluarga. Tetapi dibalik itu ada jasa luar biasa, dengan terus dikritik justru saya bisa bertahan, saya tidak tergoda untuk menyalahgunakan kekuasaanya saya miliki, tidak ceroboh dalam membuat kebijakan," kata Presiden.

Presiden Yudhoyono menghadiri Hari Pers Nasional didampingi Ibu Negara Ani Yudhoyono. Hari Pers Nasional yang digelar di Benteng Marlborough, Kota Bengkulu, selain dihadiri oleh para insan dan tokoh pers, juga tampak para Menteri Kabinet Indonesia Bersatu II.

Menteri Koordinator Politik, Hukum dan Keamanan Djoko Suyanto, Menteri Komunikasi dan Informatika Tifatul Sembiring, Menteri Koordinator Perekonomian Hatta Rajasa, Menteri Koordinator Kesejahteraan Rakyat Agung Laksono, Menteri Pemuda dan Olahraga Roy Suryo, Menteri Kehutanan Zulkifli Hasan dan Menteri Sekretaris Negara Sudi Silalahi juga hadir pada acara ini.

Presiden menambahkan, banyak pemimpin yang antikritik, membungkam oposisi dan pers kritis, justru ambruk oleh rakyatnya.

Menurut dia, pers yang bebas merupakan salah satu prasyarat kedaulatan rakyat dan demokrasi. Meski demikian, menurut dia, kebebasan pers seharusnya dijalankan dengan penuh tanggung jawab.

Presiden dalam kesempatan tersebut menerima penghargaan istimewa Sahabat Pers. Penghargaan tersebut diberikan oleh Ketua Dewan Pers Bagir Manan kepada Presiden Susilo Bambang Yudhoyono.

Ketua Dewan Pers Bagir Manan dalam kesempatan itu mengatakan, kebebasan pers di satu sisi memberikan efek samping. Namun demikian, pers yang bebas merupakan prasyarat rakyat berdaulat dan demokrasi.

Untuk itu, upaya Presiden Yudhoyono untuk mendukung kebebasan pers meskipun terkena efek sampingnya, layak diapresiasi.

"Presiden Yudhoyono telah menumbuhkan, memelihara dan menjaga kebebasan pers," katanya.

Sementara itu.Ketua Umum Persatuan Wartawan Indonesia Margiono saat memberikan sambutannya di Hari Pers Nasional sebagai bentuk apresiasi atas kontribusi Presiden terhadap pers.

"Karena besarnya perhatian Bapak kepada pers, tingginya kepedulian Bapak kepada pers, karena berkomunikasi dengan baik dengan pers, kami bersepakat, Bapak Presiden kami angkat sebagai Sahabat Pers," katanya.

Dalam puncak peringatan Hari Pers Nasional saat ini, Presiden juga menyaksikan sejumlah nota kesepahaman, menandatangani prasasti Tugu Pers Bengkulu, menanam pohon Ketapang di sekitar Benteng Marlborough, Kota Bengkulu, dan melepaskan anak penyu (Tukik) ke Pantai Panjang, Bengkulu.

Komunitas Hari Pers Nasional (HPN) terdiri atas Dewan Pers, Persatuan Wartawan Indonesia (PWI), Serikat Perusahaan perS (SPS), Serikat Drafika Pers (SGP), Ikatan Jurnalis Televisi Indonesia (IJTI), Persatuan Perusahaan Periklanan Indonesia (P3I), Perusahaan Radio Siaran Swasta Nasional Indonesia (PRSSNI), Asosiasi Televisi Swasta Indonesia (ATVSI), Asosiasi Televisi Lokal Indonesia (ATVLI). (*)