Kamis, 21 November 2019

Rezeki pedagang Bengkulu di HPN

Hari Pers Nasional (HPN) 2014Bengkulu (ANTARA News) - Sebagian besar pedagang makanan dan kerajinan khas di Kota Bengkulu meraup rejeki dari perhelatan Hari Pers Nasional (HPN) 2014 dengan peningkatan omset rata-rata 200 persen.

"Selama HPN di Kota Bengkulu, penjualan kami meningkat hingga 200 persen," kata Yeni, pemilik toko "Sari Rasa" di Kelurahan Anggut, yang merupakan pusat oleh-oleh khas kota itu, di Bengkulu, Senin.

Dia mengatakan, sebagian besar pembeli adalah para insan pers dari berbagai daerah yang mengikuti HPN di Bengkulu.

Sejumlah produk yang paling diminati antara lain makanan khas Bengkulu yakni kue tat dan lempuk durian, serta kopi asli Bengkulu.

"Ada dua jenis kopi yang paling diminati dan penjualannya meningkat drastis," ujarnya.

Penyelenggaraan acara berskala nasional di daerah ini selalu memberikan dampak langsung terhadap peningkatan pendapatan pedagang.

Kegiatan HPN, termasuk memberikan rejeki pada masyarakat dan memberi dampak positif pada perekonomian daerah.

"Sebagian besar untuk oleh-oleh peserta HPN yang akan dibawa kembali ke daerah mereka," katanya.

Selama perhelatan HPN yang rangkaiannya sudah dimulai sejak 1 Februari hingga 10 Februari 2014, pedagang tidak meningkatkan harga jual produk.

Makanan khas lempuk durian tetap dijual dengan harga Rp70 ribu per kilogram dimana harga tersebut sudah bertahan dalam dua tahun terakhir.

"Harga Rp70.000 per kilogram sudah lama bertahan, tidak ada kenaikan," ucapnya.

Selain lempuk durian, makanan khas Bengkulu lainnya seperti kue tat, perut punai dan manisan terong dan manisan lainnya juga banyak diborong pembeli.

Selain itu, ikan laut yang digoreng kering dengan tepung, juga yang digoreng sambal cabai juga banyak dibeli.

Minuman dari sari jeruk kalamansi yang sudah dikemas bagus juga banyak disukai untuk menjadi oleh-oleh.

"Termasuk oleh-oleh lain seperti kain besurek dan kerajinan tangan dari kulit kayu lantung juga banyak dibeli," ucapnya.

Kelurahan Anggut merupakan pusat toko-toko yang menjual makanan dan kerajinan khas Bengkulu.

Puluhan toko kecil yang menjual makanan dan kerajinan khas Bengkulu terlihat ramai dipadati pembeli, terutama peserta HPN yang akan kembali ke daerah, sebab perhelatan HPN akan berakhir hari ini (10/2).

Masyarakat Kota Bengkulu juga mengapresiasi pelaksanaan Hari Pers Nasional (HPN) dan Pameran Pers yang digelar Persatuan Wartawan Indonesia di kota itu.

"Kami berterimakasih kepada para wartawan yang menunjuk Bengkulu sebagai penyelenggara Hari Pers Nasional, manfaatnya sangat banyak," kata Dedi Arnandi, di lokasi Pameran Pers di kawasan wisata Pantai Panjang, Senin.

Dia mengatakan, Pameran Pers yang baru pertamakali dilaksanakan di daerah ini memberi wawasan dan pengetahuan kepada masyarakat setempat.

Masyarakat juga mendapat pemahaman lebih luas tentang fungsi dan peran media massa dalam meningkatkan kualitas hidup masyarakat.

"Bengkulu semakin ramai dan patut bangga dipercaya sebagai tuan rumah. Kami bisa berinteraksi langsung dengan insan pers di Pameran Pers," ujarnya.

Selain menggelar Pameran Pers 6 - 10 Februari di kawasan "sport center" Pantai Panjang, panitia juga menggelar HPN Expo yang mengenalkan sejumlah produk unggulan dari daerah Bengkulu.

Keberadaan insan pers di Bengkulu menurut mahasiswa Universitas Bengkulu ini diharapkan dapat mengangkat potensi yang dimiliki Bengkulu ke luar daerah hingga luar negeri. (*)