Rabu, 18 September 2019

Sidang praperadilan kematian Udin digelar maraton

Mozaik Fuad M. Syarifuddin (Udin)Sleman (detik.com) - Ratusan wartawan memantau jalannya sidang praperadilan kematian Fuad M. Syarifuddin (Udin), wartawan Bernas, yang dipimpin oleh hakim tunggal Asep Komara, Selasa (26/11/2013). Gugatan ini diajukan Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) untuk memastikan apakah kepolisian mampu menuntaskan kasus pembunuhan yang terjadi pada 13 Agustus 1996 silam atau tetap menunggu hingga kasus ini kedaluwarsa tahun depan.

Fuad M. Syarifudin (Udin) adalah wartawan Harian Berita Nasional (Bernas) anggota muda PWI Cabang Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) bernomor AM.13.00.2847.89.M.VI yang tewas menjadi korban pembunuhan orang tidak dikenal. Ia dibunuh dengan dugaan kuat terkait dengan pemberitaan atau karya jurnalistiknya.

Pemohon diwakili oleh tim penasihat hukum, Ramdlon Naning, Lasdin Wlas, Safiudin, Kurnia Nuryawan, Maryanto, dan Dadang Ardani. Sedangkan termohon, dalam hal ini Polda DIY, diwakili AKBP Bambang Wardani, AKBP Beja, AKBP Burkan Rudy Satrya, AKBP Teguh Wahono, AKP Agus Christanto, Heru Nurcahya dan Ipda Agus Sudiarto.

Ramdlon Naning membacakan gugatan tersebut. Tim pengacara Polda DIY kemudian menyampaikan eksepsi dan jawaban termohon praperadilan. Usai membacakan tersebut, hakim kemudian memeriksa semua berkas/bukti-bukti yang diajukan pemohon. Tim pengacara dari Polda DIY juga memeriksa berkas-berkas di depan majelis hakim.

Sidang akhirnya akan dilanjutkan dengan pemeriksaan sejumlah saksi yang diajukan pemohon di antaranya Dwi Sumaji yang pernah dijadikan terdakwa oleh Polres Bantul sebagai pembunuh Udin. Namun dalam sidang itu, Dwi Sumaji tidak terbukti dan dinyatakan bebas oleh majelis hakim. Selain itu adalah Ny Marsiyem, istri Udin.

"Sidang akan dilanjutkan dan diputus maksimal dalam 7 hari. Kita besok sudah siap dengan saksi-saksi yang kita ajukan," kata Ramdlon Naning seusai sidang. (*)