Kamis, 19 September 2019

PWI tetap prioritaskan pendidikan wartawan

MargionoJakarta (PWI News) - Ketua Umum PWI Pusat, Margiono, menegaskan bahwa organisasi profesi kewartawanan yang dipimpinnya dalam periode 2013-2018 akan melanjutkan prioritas lima tahun ini, yaitu senantiasa memprioritaskan pendidikan bagi wartawan.

"PWI akan terus memprioritaskan pendidikan, termasuk di dalamnya peningkatan kesadaran profesi, pengetahuan dan keterampilan sebagai dasar wartawan yang kompeten sekaligus memenuhi tuntutan zaman moderen," ujarnya dalam rapat pleno pertama Pengurus Pusat PWI 2013-2018 di Hall of Dewan Pers, Jakarta, Kamis.

Margiono, yang terpilih kembali secara aklamasi untuk memimpin PWI Pusat dalam Kongres ke-XXIII di Banjarmasin pada 20 Oktober 2013, mengemukakan bahwa sebagai organisasi profesi wartawan tertua dan terbanyak anggotanya, maka PWI juga harus mampu mencerdaskan anggotanya, sehingga menjalani profesinya secara sejahtera pula. PWI didirikan pada 9 Fenruari 1946 di Surakarta (Solo) dan kini memiliki anggota mencapai 14.000 wartawan di 34 cabang se-Indonesia.

"Logikanya kalau wartawan kompeten, maka dia juga mampu memilih atau bahkan mendirikan perusahaan yang kompeten pula. Perusahaan pers yang sejahtera dan mampu menyejahterakan rakyatnya," katanya.

Oleh karena itu, salah seorang Direktur Jawa Pos National Network (JPNN) tersebut menambahkan, PWI akan terus memacu kegiatan Sekolah Jurnalisme Indonesia (SJI) yang dibentuk sejak 9 Februari 2010 dan Safari Jurnalistik yang melibatkan peran serta perusahaan swasta, serta uji kompetensi wartawan.

Pengurus Pusat PWI periode 2013-2018

                                                                                                                                                                                    (Foto: Jurnal Pers Indonesia/Malik)