Rabu, 20 November 2019

Uji Kompetensi Wartawan di Aceh

Banda Aceh - PWI Aceh menggelar Uji Kompetensi Wartawan (UKW), di Banda Aceh, Selasa (7/5). Dari 42 wartawan yang mendaftar, dua mengundurkkan diri dengan alasan sakit.
Ketua Bidang Diklat PWI Cabang Aceh, Iranda Novandi, mengatakan bahwa UKW ini dalam rangka menuju kinerja profesional seorang jurnalis yang selama ini aktif berkeja di berbagai media di kabupaten/kota di Aceh.

"Ini merupakan salah satu program Dewan Pers dan PWI Pusat, yang kini dijalankan, untuk mencapai profesionalitas wartawan Indonesia. Alasannya, di Indonesia, profesi wartawan masih disalahgunakan, baik oleh wartawan itu sendiri, maupun kalangan yang bukan wartawan," jelasnya.Sudah menjadi bagian dari kewajiban setiap wartawan di Indonesia ini termasuk Aceh ke depan bagaimanapun profesi bekerja di media sangat penting sebagai kontrol sosial.

Seorang wartawan kerjanya mulai dari melakukan kegiatan jurnalistik secara teratur, baik itu, mencari, memperoleh, memiliki, menyimpan, mengolah, dan menyampaikan informasi."Kita berharap dari UKW ini, akan menjadikan wartawan Aceh, bisa mempedomani sistem penyelenggaraan pers nasional. Dimana, Wartawan harus menyampaikan informasi tidak hanya fakta tapi juga harus benar, mendidik, menghibur," ungkap Iranda.

Dikatakannya, standar Kompetensi Wartawan ini ada tiga jenjang wartawan yaitu muda, madya, dan utama. Sesuai jenjangnya, wartawan harus lebih dulu mengikuti uji kompetensi yang diselenggarakan oleh lembaga penguji, dan dinyatakan lulus (kompeten), untuk bisa memperoleh sertifikat kompetensi dari Dewan Pers.