Rabu, 18 September 2019

Dewan Pers susun Kode Etik Filantropi Media Massa

mass media iconJakarta (PWI News) - Dewan Pers bersama lembaga pegiat filantropi, dan komunitas pers Indonesia saat ini sedang bersama menyusun Kode Etik Filantropi Media Massa yang rancangannya selesai disusun oleh Tim Perumus.

Masyarakat luas diharapkan dapat memberikan tanggapan atau masukan atas Rancangan di bawah ini (atau dapat diunduh). Tanggapan dapat dikirim melalui alamat surat elektronik (surel) Alamat surel ini dilindungi dari spambots. Anda harus mangaktifkan JavaScript untuk melihatnya. dan Tim Perumus menunggu masukan hingga 3 Januari 2013, pukul 12.00 WIB.

Dalam pendahuluan kode etik tersebut dicantumkan bahwa aktivitas mediamassa dalam menjembatani serta menggalang ‘kedermawanan sosial masyarakat’ –populer dengan istilah filantropi- merupakan  perwujudan dari kepedulian sosial mediamassa serta bagian dari fungsi dan peran sosial  mediamassa yang bersangkutan. Karena hal ini berkaitan dengan kredibilitas mediamassa yang bersangkutan di mata masyarakat, maka aktivitas ini harus dilakukan dengan cara-cara yang baik, benar, transparan, akuntabel, serta penuh kesadaran dan tanggung jawab.

Dalam menjalankan fungsi jurnalistik, mediamassa telah punya satu acuan bersama yaitu Kode Etik Jurnalistik dan Pedoman Perilaku Penyiaran dan Standar Program Siaran (P3SPS).  Sementara dalam menangani kedermawanan sosial masyarakat ini belum ada aturan main yang baku, yang  bisa menjadi acuan dan dihormati oleh semua Pengelola Sumbangan Masyarakat di Mediamassa. Padahal, kebutuhan itu sudah cukup mendesak mengingat dalam praktek sehari-hari, sering ditemukan hal-hal yang bisa mengganggu kredibilitas Pengelola Sumbangan Masyarakat di Mediamassa.

Dengan mempertimbangkan hal tersebut, kami mewakili Pengelola Sumbangan Masyarakat di Mediamassa merumuskan, menyepakati, dan mengikatkan diri dalam suatu kode etik sebagai perwujudan tanggung jawab kepada masyarakat, penyumbang, mitra dan diri sendiri.  Kode etik itu disebut Kode Etik Filantropi Mediamassa.

Kode Etik Filantropi Mediamassa ini mengacu pada Kode Etik Jurnalistik, Pedoman Perilaku Penyiaran dan Standar Program Siaran (P3SPS), Pedoman Media Siber, Pedoman Akuntabilitas Pengelolaan Bantuan Kemanusiaan di Indonesia dan Undang-Undang serta peraturan lain yang berkaitan dengan penggalangan, pengelolaan, dan pendayagunaan sumbangan masyarakat.

Tim perumus kode etik tersebut terdiri atas Antonius Eddy Sutedja (Harian Kompas), Asri Aditya (Femina Grup), Firdaus Baderi (Harian Neraca), Ali Sadikin (Media Grup), Haryanto (SCTV), M. Risanggono (SCTV), Arifin Asydhad (Detik.com), Masduki (RRI), Iman Musaman (Bens Radio) dan Zoraya Perucha (ANTV).

Selain itu, Hamid Abidin (PFI), Sukesi Damayanti (PFI), Ninik Annisah (PIRAC) dan Nor Hikmah (PIRAC).

Isi lengkap naskah rancangan Kode Etik Filantropi Mediamassa ini dapat dilihat di laman Dewan Pers (http://www.dewanpers.or.id/page/kegiatan/berita/?id=1883). (*)