Senin, 20 Januari 2020

Wartawan Di Makassar Jadi Tersangka

Makassar, (Kompas,11 November 2008 ). Koordinator Koalisi Jurnalis Tolak Kriminalisasi Pers Makassar, Upi Asmaradhana, ditetapkan sebagai tersangka kasus dugaan fitnah dan penghinaan terhadap Kepala Kepolisian Daerah Sulawei Selatan dan Barat.

Adapun tiga wartawan Fajar ditetapkan sebagai saksi kasus serupa karena memberitakan kritik Upi terhadap Kepala Polda Sulselbar terkait pernyataan penggunaan hak jawab.

Menurut Upi, Dia sudah menerima surat panggilan untuk diperiksa sebagai tersangka dugaan fitnah dan penghinaan terhadap Kepala Kepolisian Daerah ( Polda ) Sulawesi Selatan Dan Barat, senin ( 10/11). " Saya akan diperiksa sebagai tersangka kamis pekan ini, Pasal yang akan dikenakan kepada saya adalah pasal 317 ayat 1, Pasal 311 ayat 1, dan Pasal 207 Kitab Undang-undang Hukum pidana, " paparnya.

Upi memperkirakan, pemanggilan itu terkait aktivitasnya sebagai koordinator Koalisi Jurnalis Tolak Kriminalitas Pers Makassar. Selaku Koordinator Koalisi, Uppi beberapa kali mengkritik Sisno Adiwinoto terkait penggunaan hak jawab.  " Apa yang kami lakukan itu adalah perjuangan melawan kriminalisasi Pers.

Kami akan tetap melawan. Kami menyiapkan 22 pengacara untuk menangani masalah ini," kata Upi.

Selain Upi, Polda Sulselbar juga memanggil tiga wartawan Harian Fajar yang mempublikasikan kritik Upi. Mereka adalah Silahuddin Genda, Herwin Bahar, dan Michlis Amans Hadi.

Semestinya ketiganya sudah diperiksa, Namun seluruhnya tidak memenuhi panggilan polisi kemarin pagi.

Wakil Pemimpin Redaksi Fajar Nur Alim Djalil menyatakan, surat panggilan terhadap ketiga wartawan Fajar diterima Jumat lalu. " Kami tidak akan menyuruh ketiga wartawan kami memberi kesaksian, " kata Nur, (ROW)