Jumat, 15 November 2019

PWI Bengkulu Buka Puasa Bersama Anak Yatim

Bengkulu (ANTARA News) - Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Cabang Bengkulu menggelar buka puasa bersama puluhan anak yatim piatu dari panti "Kasih Ibu" Kota Bengkulu, Rabu.

Acara yang digelar di halaman Kantor PWI Cabang Bengkulu itu juga diisi dengan silaturahmi bersama Anggota Dewan Perwakilan Daerah (DPD) asal Provinsi Bengkulu, Bambang Soeroso.

Sebelum buka puasa bersama, Sekretaris PWI Cabang Bengkulu Deva Musri memandu dialog antara Anggota DPD Bambang Soeroso dengan para wartawan serta Anggota Ikatan Keluarga Wartawan Indonesia (IKWI).

Silaturahmi tersebut dimanfaatkan sebagai sarana jaring aspirasi Anggota DPD RI dengan keluarga besar wartawan Provinsi Bengkulu.

Ketua PWI Bengkulu Sukatno mengatakan acara buka puasa bersama itu merupakan agenda tahunan PWI Bengkulu.

"Tapi tahun ini ada anak-anak yatim piatu yang kami undang untuk berbagi, serta bersilaturahmi dengan Anggota DPD RI asal pemilihan Provinsi Bengkulu," katanya.

Ia mengatakan dengan kegiatan tersebut kebersamaan antara anggota PWI Bengkulu semakin dipererat.

Anggota DPD RI asal Provinsi Bengkulu Bambang Soeroso mengatakan peran pers sangat besar untuk mengangkat potensi Bengkulu sehingga menjadi daerah yang semakin maju.

"Belum banyak perubahan karena pemerintah daerah kita belum bekerja optimal. Contohnya usulan rencana pembangunan yang terlambat masuk ke pemerintah pusat sehingga anggaran tidak maksimal," katanya.

Selain itu, ia juga mengkritisi impor kedelai Indonesia yang sangat tergantung pada Amerika Serikat.

Kelangkaan yang terjadi saat ini menurutnya akibat ketidakbijakan pemerintah dalam merancang pasokan kedelai nasional.

"Padahal tidak hanya Amerika Serikat yang memproduksi kedelai, Brazil juga merupakan daerah pemasok, tapi pemerintah kita sangat tergantung pada Amerika Serikat, dan sekarang kita merasakan dampaknya," katanya menjelaskan.

Setelah berbuka puasa dilanjutkan dengan sholat berjamaah, acara tersebut pun diakhiri dengan pembagian bingkisan kepada sekitar 30 lebih anak yatim piatu. (*)