Kamis, 19 September 2019

Israel tidak mampu serang Iran

 

Mohammad Zadeh (kiri) bersama Margiono

di Sekretariat PWI Pusat.

Jakarta (ANTARA News) – Israel tidak akan mampu menyerang Iran dalam pengertian perang terbuka karena tanpa alasan kuat yang masuk akal, kata Wakil Menteri Pers dan Media Republik Islam Iran, Mohammad Zadeh.

 

 

 

 “Israel tentunya tidak perlu banyak omong bila ingin menyerang Iran secara terbuka. Mereka melakukannya secara terselubung. Mereka pasti tahu bahwa Iran bukanlah Afghanistan dan Irak, yang dapat dilumpuhkan sekutu pimpinan Amerika Serikat,” ujarnya dalam kunjungan kepada Ketua Persatuan Wartawan Indonesia (PWI), Margiono, di Jakarta, Jumat.

 

 

Ia mengemukakan, Iran sudah delapan tahun terakhir ini semakin ditekan Israel dan sekutu AS lainnya, namun mereka pasti mengetahui bahwa Iran dewasa ini rakyatnya sangat solid dan disatukan oleh pemimpin spiritual Ayatollah Ali Khamenei dan Presiden Mahmoud Ahmadinejad.

“Rakyat Iran semakin solid karena memiliki figur pemimpin pemersatu bangsa dan kepentingan negara, di tengah tuduhan sedang mengembangkan senjata nuklir atau bom atom. Padahal, senjata terkuat bangsa Iran adalah keimanan kepada Allah dan keyakinan persatuan umat dapat mengalahkan segalanya,” kata Zadeh.

Ia pun menyatakan, pemimpin spiritual Iran sudah menegaskan bahwa bom atom ataupun senjata nuklir adalah haram karena berdampak sangat buruk, bahkan membunuh umat manusia beserta kebudayaannya.

“Fakta sejarah membuktikan, siapa yang pernah menggunakan bom atom? Apakah Islam? Apakah Iran. Semua tahu bahwa merekalah yang menjatuhkan bom atom ke Hiroshima dan Nagasaki di Jepang pada 1945,” ujarnya.

Serangkaian cara yang sama, menurut dia, juga dilakukan sekutu AS di Afghanistan dan Irak. Hal yang sama dilakukan Israel kepada bangsa Palestina dan Libanon, katanya.

Oleh karena itu, Zadeh mengemukakan, Iran akhir Maret ini bakal meresmikan pusat informasi komunitas Islam di Internet guna kesetaraan berinformasi menghadapi dominasi informasi yangsekira 80 persen dikuasai pihak kapitalis.

Dalam hal ini, ia mengharapkan, Iran dan Indonesia dapat bekerja sama karena memiliki pandangan sejarah yang sama dalam Gerakan Non-Blok (GNB).

Gagasan Soekarno di Konperensi Tingkat Tinggi Asia Afrika (KTT AA) untuk mendirikan GNB banyak menginspirasi perjuangan rakyat Iran. “Soekarno adalah orang besar dengan gagasan besar yang sangat terkenal di Iran,” demikian Zadeh.

Sementara itu, Margiono mengemukakan, kesetaraan berinformasi sangatlah penting di antara semua bangsa. “Zaman sekarang, yang ditandai kemajuan teknologi informasi, maka kesetaraan informasi sudah menjadi keharusan,” ujarnya.

Ia menambahkan, niat Iran mendirikan pusat informasi Islam patut dihargai, namun perlu dilakukan pula di berbagai negara, termasuk di Indonesia dalam kerangka menuju masyarakat informasi yang cinta damai. (*)