Rabu, 20 November 2019

Rusaknya Citra Demokrat Bukan karena Media

Persatuan Wartawan Indonesia
Karni Ilyas, Priyambodo RH, Prof. Kacung Marijan

dan Prof Bagir Manan (kiri ke kanan).

 Jakarta (Metrotvnews.com) - Pemimpin Redaksi Stasiun Televisi TvOne, Karni Ilyas, mengatakan bahwa rusaknya citra Partai Demokrat bukan karena pemberitaan media. Tapi lebih kepada ulah fungsionaris partai pemenang pemilu itu.

"Yang membuat rusak Demokrat ini bukan media massa seperti kami, tapi fungsionarisnya sendiri. Jadi, janganlah sampai buruk muka cermin dibelah," kata Karni dalam diskusi Silaturahmi Pers Nasional tentang "Bedah Kasus Pers: Metro TV dan TVOne, Menjawab Pengaduan Partai Demokrat ke KPI" di Jakarta, Selasa.

Karni mengatakan, dewan redaksi di stasiun televisi yang dipimpinnya sulit menghindari isu yang terkait dengan kasus korupsi yang melibatkan petinggi Demokrat. Soalnya nilai beritanya sangat besar.

"Bahkan jika Demokrat mempunyai stasiun televisi, dan saya adalah pemimpin redaksinya, dengan terpaksa saya akan mengangkat tema itu," jelas Karni.

Karni mengingatkan, pertimbangan TVOne untuk memberitakan suatu peristiwa selalu dikembalikan pada kriteria dasar nilai berita yaitu sedang banyak dibicarakan, melibatkan tokoh besar, dramatis, berkaitan dengan pemirsa.

"Inilah yang menjadi dasar kenapa kami banyak mengangkat kasus korupsi kader Partai Demokrat. Kasus ini dekat dengan masyarakat mengingat dalam pemilihan umum lalu, partai ini adalah pemenang. Kasus ini juga melibatkan tokoh terkenal seperti Angelina Sondakh," ujar Karni.

Ia membantah tuduhan kalau TVOne telah dijadikan tunggangan politik oleh pemiliknya, yang juga merupakan Ketua Umum Partai Golkar Aburizal Bakrie.

"Tidak pernah ada arahan untuk memojokkan Demokrat dari Aburizal Bakrie, bahkan dia sendiri tidak pernah datang ke kantor TVOne," jelas Karni.

Karni mengaku, tiga kali mendapat arahan dari orang yang dekat dengan Aburizal, terkait dengan pemberitaan mengenai Demokrat. "Tapi bunyi dari arahan itu malah justru menyuruh saya untuk tidak terlalu keras pada Demokrat, bukan malah justru menjatuhkan mereka," kata Karni.

Seminar "Bedah Kasus Pers" ini diselenggarakan sebagai bagian dari acara Silahturahmi Pers Nasional. Acara ini juga untuk membahas aduan kader Partai Demokrat Fery Julianto ke Komisi Penyiaran Indonesia, terkait pemberitaan tentang partai tersebut di stasiun televisi TVOne dan Metro TV yang dinilai tidak seimbang.(Ant/ICH)