Rabu, 20 November 2019

44 Tokoh PersTerima Press Card Number One

 Persatuan Wartawan Indonesia
  Sejumlah penerima Press Card Number One (PCNO) 2012
bersama Ketua Dewan Pers, Bagir Manan, dan Penanggung
Jawab Hari Pers Nasional (HPN) 2012,  Margiono.
 
Jakarta (ANTARA News) - Sebanyak 44 tokoh pers menerima Kartu Pers Nomor Satu atau Press Card Number One (PCNO) yang diserahkan oleh Ketua Umum Dewan Pers Bagir Manan di Wisma Antara, Jakarta, Selasa.

"Semoga 44 wartawan yang menerima PCNO bisa memberikan kontribusi yang lebih terhadap perkembangan dunia pers Indonesia, terutama untuk turut dalam pembangunan kehidupan bernegara yang bertujuan untuk kesejahteraan masyarakat," kata Bagir Manan dalam acara penyerahan PCNO tersebut.

Para tokoh pers yang menerima PCNO adalah pensiunan wartawan Kantor Berita ANTARA, Soebagijo I.N., Pemimpin Redaksi Surat Kabar Harian Kompas, Rikard Bagun, mantan Ketua  Aliansi Jurnalis Independen (AJI), Nezar Patria,  dan Direktur Pemberitaan MetroTV, Suryopratomo.

Selain itu,  DR Albert Kuhon (Suara Pembaruan), Nani Wijaya (Jawa Pos), Priyambodo RH (LKBN ANTARA dan Lembaga Pers Dr. Soetomo/LPDS), H. Sofyan Harapan (Waspada), Atmadji Sumarkidjo, H. Andi Syahrir Makkuradde SH, DR H. Bambang Sadono SH, MH, DR H. Sulastomo, dan Encub Subekti.

Kemudian, H. Adnan NS, S.Sos, M.Ap, Drs. H. Bustamam Aly, M.Pd,  H.A. Muchyan AA, H. Moeslim Roesli, H. Lukman Hakim, Soebagyo PR, Kiki Iswara Darmayana, Astrid BS Soerjo, Nanik S. Deyang, Muchlis Hasyim, Atmadji Sumarkidjo, Don Bosco Selamun, Kemal Effendi Gani, A. Margana, Dra. Immas Sunarya, MM, Rosarita Niken Widiastuti, dan Mirta Kartohadiprodjo.

Tokoh pers lainnya adalah Yazirwan Uyun,  Sulaeman Sakib, Imawan Mashuri, Wikrama I. Abidin, Ismet Rauf, Drs. Kamsul Hasan, SH, MH, Oejang Dorodjatoen, Sutjipto, SH, MH, M. Moechtar, I Made Raka Santeri, H. Syamsuddin Hasan, SH, H. Syamsu Nur, Ronald Ngantung, TT Suan, Daud Sinjal.

Bagir Manan mengingatkan bahwa semenjak reformasi tahun 1998, kemerdekaan pers di Indonesia secara prosedural telah mengalami kemajuan yang sangat pesat, terbukti dengan betapa mudahnya perusahaan pers didirikan.

"Namun kemerdekaan pers tidak bisa diukur dari sisi prosedural semata namun juga dari segi substansial, pers seharusnya turut dalam kehidupan bernegara yang bertujuan untuk kesejahteraan masyarakat," kata Bagir Manan.

Bagir Manan menekankan pentingnya memegang prinsip dan tujuan utama pers tersebut dalam setiap pemberitaan dan peliputan. Dari sisi inilah kemerdekaan pers menurut Bagir harus diukur.

Margiono, Ketua/Penanggung Jawab Hari Pers Nasional 2012 yang juga Ketua PWI Pusat, mengemukakan bahwa para penerima PCNO berasal dari sejumlah media massa, baik cetak maupun elektronik, serta tokoh yang aktif di organisasi wartawan. Mereka diusulkan oleh sejumlah komunitas ataupun organisasi pers yang kemudian diputuskan dalam rapat pleno Panitia HPN Pusat dengan mempertimbangkan sejumlah kriteria.

PCNO mulai diberikan komunitas HPN pada 2010, antara lain kepada Jakob Oetama, Dahlan Iskan, Rosihan Anwar (kini almarhum), Ibu Herawati Diah, Sabam Siagian, Ishadi SK, Tribuana Said, Leo Batubara, Bambang Harymurti dan Toeti Aditama.
 
Beberapa kriteria penerima PCNO adalah setidak-tidaknya memenuhi satu kriteria meliputi menghasilkan karya jurnalistik yang diakui di tingkat nasional terlebih lagi internasional;  menghasilkan karya jurnalistik bermutu (berupa tajuk, tulisan, foto/video berita dan karikatur); secara konsisten setidaknya dalam kurun waktu 25 tahun.

Selain itu, penerima PCNO juga diberikan kepada pelopor pengembangan genre jurnalistik di Tanah Air, seperti jurnalistik investegasi, satrawi presisi, entertaimen, olahraga, remaja, televisi, radio dan digital; secara konsisten berkontribusi memajukan jurnalistik Indonesia melalui gagasan dalam tulisan, atikel, atau buku jurnalistik; secara konsisten berkontribusi membela kemerdekaan pers lewat gagasan karya dan kiprahnya; secara konsisten berkontribusi memajukan sumber daya manusia (SDM) pers Indonesia melalui keterlibatan pribadi, organisasi, lembaga, atau maupun dalam melakukan pelatihan.

Pemberian PCNO kali ini, menurut Margiono, adalah bagian dari rangkaian kegiatan terkait Hari Pers Nasional (HPN) yang puncak acaranya dihadiri Presiden Susilo Bambang Yudhoyono di Jambi pada 9 Februari 2012.

Peringatan HPN setiap tahun berlangsung pada 9 Februari sejak dikeluarkannya Keputusan Presiden RI Nomor 5 Tahun 1985 yang ditandatangani oleh Presiden Soeharto. HPN ditetapkan berdasarkan usulan dari hasil Sidang ke-21 Dewan Pers di Bandung, Jawa Barat, pada 19 Februari 1981.

Komunitas HPN selama ini melibatkan Dewan Pers, Persatuan Wartawan Indonesia (PWI), Ikatan Jurnalis Televisi Indonesia (IJTI), Serikat Perusahaan Pers (SPS), Serikat Grafika Pers (SGP), Asosiasi Televisi Swasta Indonesia (ATVSI), Asosiasi Televisi Lokal Indonesia (ATVLI), Persatuan Perusahaan Periklanan Indonesia (PPPI), dan Persatuan Radio Siaran Swasta Nasional Indonesia (PRSSNI). (*)