Kamis, 19 September 2019

"Menggarami Lautan Garam" TV Kompas Raih Adinegoro 2011

Persatuan Wartawan Indonesia
KOMPAS/BAHANA PATRIA GUPTA Petani memanen garam di Madura
 

 

JAKARTA, KOMPAS.com — Kompas TV kembali meraih penghargaan di bidang jurnalistik televisi. Setelah sebelumnya meraih trofi dari Aliansi Jurnalis Independen (AJI) untuk garapan investigasi tentang polusi di Jakarta, kali ini Kompas TV memenangkan Anugerah Adinegoro 2011 Kategori Jurnalistik Televisi dari Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) untuk karya ”Menggarami Lautan Garam”.

Penghargaan terhadap karya tim Berkas Kompas yang mengulas mengenai ekspor-impor garam itu akan diserahkan pada puncak acara Hari Pers Nasional (HPN) tanggal 9 Februari 2012 di Jambi. Acara tersebut rencananya bakal dihadiri Presiden Susilo Bambang Yudhoyono.

Pemimpin Redaksi Kompas TV Taufik Mihardja menyatakan rasa terima kasihnya kepada panitia yang memberi penghargaan bagi karya-karya yang baik. "Semoga investigasi yang dilakukan Kompas TV ini memberi masukan bagi semua pihak yang berkepentingan untuk mengambil langkah bijak dalam masalah garam di Indonesia," ujarnya, Selasa.
 
Penjurian Anugerah Jurnalistik Adinegoro kategori Jurnalisme Televisi tersebut dilakukan pada 30 Januari 2012
 
Liputan ”Menggarami Lautan Garam” dilakukan di Madura, di mana sekitar 90 persen dari sekitar 1,3 juta ton produksi garam nasional berasal dari Pulau Madura. Namun, petani penggarap garam tidak selalu mendapat untung karena kebijakan ekspor-impor yang tidak selalu berpihak kepada petani.

 

Secara umum para juri menghargai ”Menggarami Lautan Garam” sebagai sebuah karya yang bertema menarik dan informatif dengan penggarapan yang bagus sebagai tayangan televisi.

“Temanya sangat orisinal, berani mengambil tema non-Jakarta, non-perbatasan, dan non-kemiskinan seperti yang banyak ditayangkan. Risetnya dalam dan memberi masukan kepada masyarakat tentang bagaimana memanfaatkan garam,” komentar Hermien Y.Kleden, salah satu juri untuk Kategori Jurnalistik Televisi, dalam siaran pers panitia Hari Pers Nasional yang diterima redaksi Selasa (31/1/2012).

Selain Hermien, juri untuk kategori ini adalah Arswendo Atmowiloto (penulis/praktisi media), dan Erina HC. Tobing (praktisi jurnalistik televisi).

Erina HC Tobing, bahkan bukan hanya memuji temanya tetapi juga penggarapannya. “Sangat deskriptif. Riset datanya bagus, naskahnya bagus termasuk bahasa Indonesianya. Editingnya juga bagus ,” ujar Erina.

Sementara, Arswendo Atmowiloto sebagai Ketua Dewan Juri, mengimbau agar program televisi lebih berani dalam pencarian tema yang lebih leluasa sehingga variasinya lebih banyak.

Terdapat tiga karya yang diunggulkan oleh para juri yaitu ”Menggarami Lautan Garam” (KOMPAS TV), ”Menebus Bala, Memotong Gimbal” (MNC TV), dan ”Terbatas di Perbatasan” (KOMPAS TV).

Panitia Anugerah Adinegoro 2011 menyediakan hadiah serta trofi bagi peraih Anugerah Adinegoro yang akan diserahkan pada puncak peringatan Hari Pers Nasional 2012, tanggal 9 Februari di Jambi. (*)

Penghargaan Anugerah Adinegoro diberikan setiap tahun oleh PWI dalam rangka penyelenggaraan Hari Pers Nasional, dan pada tahun ini ditetapkan untuk tema bebas.

Tahun ini Anugerah Adinegoro menilai karya jurnalistik dalam lima kategori yaitu Jurnalistik Tulis Berkedalaman (depth news), Tajuk Rencana/Opini, Foto Jurnalistik, Karikatur Opini, dan Jurnalistik Televisi.