Kamis, 19 September 2019

Polda NTT Periksa Terduga Pembakar Rumah Wartawan

Kupang (ANTARA News) - Kepala Kepolisian Daerah Nusa Tenggara Timur (Kapolda NTT), Brigjen Pol. Riki HP Sitohang, mengatakan bahwa polisi telah mengambil langkah pemeriksaan terhadap sejumlah saksi, termasuk yang diduga sebagai pelaku pembakaran rumah wartawan di Kabupaten Rote Ndao.        

"Hari ini pelaku yang diduga membakar rumah wartawan sedang jalani pemeriksaan penyidik Polres Rote Ndao," katanya saat berdialog dengan Forum Solidaritas Jurnalis NTT di Markas Polda NTT, Senin.

Menurut dia, sesuai bukti-bukti yang ada, polisi akan mengusut tuntas pelaku pembakaran dan pengancaman terhadap sejumlah jurnalis yang terjadi di wilayah hukum kepolisian Polda NTT itu.

"Saya sudah lakukan semua tuntutan yang disampaikan teman-teman jurnalis hari ini," katanya.

Selain itu, mantan Kepolres Alor NTT tersebut mengatakan, akan menjamin dan memberikan perlindungan kepada setiap jurnalis dalam setiap pelaksanaan tugas dan fungsinya termasuk dalam mengungkap kasus-kasus korupsi di daerah ini.

"Saya jamin dan mendukung suara serta perjuangan teman-teman jurnalis untuk menyuarakan sejumlah hal termasuk berkaitan dengan upaya berantas korupsii.

Aksi kekerasan terhadap Dance Henukh wartawan Rote Ndao News yang disertai dengan aksi pembakaran kediaman korban itu terjadi pada Minggu (11/12) dan Senin (12/12) dini hari di Desa Kuli, Kecamatan Lobalain, Rote Ndao, Pulau Rote, sekitar 40 mil dari Kupang, oleh orang-orang tidak dikenal.

Kasus ini baru diketahui dua hari sesudahnya, karena tidak adanya jaringan komunikasi di lokasi tempat kejadian perkara (TKP) dengan Ba'a, ibu kota Kabupaten Rote Ndao.

Sebelum rumah jurnalis tersebut dibakar pada penyerangan kedua Senin (12/12), dan penyerangan pertama Minggu (11/12) masa menyerang dengan lemparan batu dan kayu, hingga Dance dan istrinya harus kehilangan anaknya yang masih bayi bernama Gino Novitri Henukh.

"Anak saya lahir 15 November 2011, baru berusia sebulan. Malam itu sangat shok sehingga kejang-kejang, dan sekitar 30 menit kemudian meninggal," kata Dance. (*)