Selasa, 12 November 2019

Belum Ada Tersangka Pembakaran Rumah Wartawan Rote Ndao

Kupang (ANTARA News) - Kapolres Rote Ndao, Nusa Tenggara Timur (NTT), AKBP Widi Atmono, mengatakan bahwa pihaknya sampai saat ini belum menetapkan tersangka dalam kasus pembakaran rumah wartawan Rote Ndao News Dance Henukh yang mengakibatkan anaknya, Gino Nivitro Henukh, meninggal pada Minggu (12/12).

"Saksi korban sudah sempat kami mintai keterangan, namun belum bisa dilanjutkan oleh penyidik karena masih trauma dan sakit sehingga kami belum bisa mengorek keterangan lebih jauh dari bersangkutan," katanya ketika dihubungi dari Kupang, Jumat, mengkonfirmasi perkembangan penanganan kasus tersebut.
Ia menjelaskan, kasus yang menimpa wartawan Rote Ndao News itu masih dalam pengembangan, sehingga pihaknya belum bisa menetapkan siapa tersangka pelakunya dalam kasus tersebut.

"Kami masih mengembangkan kasus tersebut dan mengolah tempat kejadian perkara (TKP) untuk menelusuri jejak kasus yang sampai mengakibatkan anak wartawan yang berusia satu bulan itu meninggal dunia," ujarnya.

Kapolres Rote Ndao menambahkan pihaknya belum mengetahui juga motif dibalik kasus pembakaran rumah wartawan Rote Ndao News itu, karena saksi korban (Dance Henuk) masih trauma dan jatuh sakit.

"Kami belum mendapatkan keterangan yang cukup dari saksi korban, karena yang bersangkutan masih trauma dan jatuh sakit," kata Widi Atmono yang bertugas di pulau terselatan Indonesia yang berbatasan langsung dengan Benua Australia itu.

Dance Henuk yang dihubungi sebelumnya mengatakan bahwa pembakaran rumahnya oleh sekelompok orang itu murni terkait dengan pemberitaan di Rote Ndao News mengenai pengelolaan dana ADD sebesar Rp3,1 miliar bantuan Kementerian Tenaga Kerja dan Transmigrasi, serta pemberitaan tentang gizi buruk di Desa Kuli.

"Saya cukup yakni bahwa kasus tersebut sangat erat kaitannya dengan pemberitaan yang saya tulis selama ini, seperti gizi buruk dan pengelolaan dana ADD," katanya.

Aksi kekerasan terhadap Dance Henukh wartawan Rote Ndao News yang disertai dengan aksi pembakaran kediaman korban itu terjadi pada Minggu (11/12) dan Senin (12/12) dini hari di Desa Kuli, Kecamatan Lobalain, Rote Ndao, Pulau Rote, sekitar 40 mil dari Kupang, oleh orang-orang tidak dikenal.

Kasus ini baru diketahui dua hari sesudahnya, karena tidak adanya jaringan komunikasi di lokasi tempat kejadian perkara (TKP) dengan Ba'a, ibu kota Kabupaten Rote Ndao.

Sebelum rumah jurnalis tersebut dibakar pada penyerangan kedua Senin (12/12), pada penyerangan pertama Minggu (11/12) masa menyerang dengan lemparan batu dan kayu, hingga Dance dan istrinya harus kehilangan anak mereka yang masih bayi bernama Gino Novitri Henukh.

"Anak saya lahir 15 November 2011, baru berusia sebulan. Malam itu dia sangat shok sehingga kejang-kejang, dan sekitar 30 menit kemudian meninggal," kata Dance. (*)