Kamis, 19 September 2019

SKPD Harus Mampu Jawab Pertanyaan Wartawan

Palembang (ANTARA News) - Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Kota Palembang, Syaidina Ali, mengatakan, bahwa setiap satuan kerja perangkat daerah (SKPD) harus mampu menjawab ketika wartawan bertanya atau wawancara.

"Khususnya yang terkait dengan kedinasan atau data yang dibutuhkan jurnalis dalam tugas peliputan mereka," katanya ketika melakukan temu Bakohumas di Kapal Segentar Alam sembari mengarungi Sungai Musi, di Palembang, Sumatera Selatan (Sumsel).

Ia mengatakan, sesuai dengan ketentuan Undang-Undang Nomor 14 tahun 2008 Tentang Keterbukaan Informasi Publik, setiap dinas wajib memberikan penjelasan atau keterangan yang sebenar-benarnya kepada siapapun yang membutuhkan informasi.

Menurut dia, memberikan keterangan sejelas-jelasnya kepada wartawan adalah tugas SKPD dalam membantu wali kota dan wakil wali kota mendorong tersosialisasinya beragam program untuk kepentingan masyarakat.

Setiap SKPD, dikemukakannya, juga harus memiliki orang atau staf yang mampu melaksanakan perannya sebagai juru bicara ketika kepala dinas atau badan tidak berada di tempat bisa juga kepala bidang atau kepala bagian yang mengambil peran tersebut, tambah dia.

Ia mengatakan, sampai kini masih banyak SKPD di lingkungan Pemkot setempat yang belum berperan aktif dalam mendorong keterbukaan informasi publik terbukti masih banyak wartawan yang mengeluhkan sulitnya mencari data untuk diberitakan padahal berkaitan dengan masyarakat.

Padahal, ia menilai, kalau tidak berkaitan dengan kebijakan tentunya setiap pejabat yang membidangi informasi yang diperlukan tersebut bisa langsung diakses, kata dia.

Ketua PWI Sumatera Selatan, Oktaf Riady, mengaku undang-undang keterbukaan informasi publik tersebut hendaknya bisa dipahami secara baik oleh pejabat publik karena setiap informasi yang dibutuhkan dan berkaitan dengan rakyat tidak boleh ditutupi.

"Kami sangat mendukung kegiatan yang dilaksanakan Dinas Kominfo Palembang ini dan hendaknya mampu membuka cara pikir pejabat yang selama ini cenderung masih takut wartawan," ujarnya. (*)