Kamis, 19 September 2019

Tarman Azzam: Pemerintah Harus Aktif Sebar Informasi

Bukittinggi (ANTARA News) - Ketua Dewan Kehormatan Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Tarman Azzam mengatakan, pemerintah melalui jajaran humas harus lebih aktif menyebar informasi agar tingkat kepercayaan masyarakat semakin tinggi.

"Sekitar 61 persen masyarakat di negara berkembang percaya pada media massa, sementara yang percaya kepada pemerintah hanya 52 persen saja," katanya pada pelatihan kehumasan daerah di Hotel Pusako Bukittingi.

Menurut dia, beberapa hal yang menyebabkan kondisi tersebut terjadi di antaranya berubahnya mekanisme pemerintahan dan otonomi daerah, serta beberapa masalah lain seperti pragmatisme, primordialisme dan sektarianisme yang melemahkan nasionalisme, solidaritas sosial, dan intregritas nasional.

"Untuk menyeimbangkan kepercayaan masyarakat dan media, bagian kehumasan sebagai salah satu badan informasi pemerintahan harus dapat menjawab setiap kebutuhan masyarakat akan informasi," katanya.

Sementara itu, Kepala Biro Humas dan Protokol Pemerintah Provinsi Sumatera Barat Surya Budhi menyebutkan, kehumasan daerah harus membangun sinegritas dengan media dalam penyelenggaraan pembangunan.

Menurut dia, saat ini persentase pemberitaan dan informasi tentang keluhan atau tuntutan dari masyarakat baik di media massa maupun yang berkembang di masyarakat masih tinggi.

"Hal ini dikarenakan pemberitaan keberhasilan pembangunan masih kalah atau sedikit sekali dipublikasikan," katanya.

Untuk mendapatkan sinegritas kegiatan kehumasan, menurut dia, antara lain dapat dilakukan dengan menjalankan perubahan paradigma kehumasan secara baik dengan mengubah tata nilai, pola pikir dan tingkah laku.

"Bangun kerja sama dan lakukan koordinasi secara berkesinambungan dengan semua pihak seperti lembaga, instansi, mitra kerja, ormas dan masyarakat," ujar dia.

Menyikapi perkembangan pers di Indonesia, Ketua Pelaksana Bakohumas Pusat Kementerian Komunikasi dan Informasi, James Pardede, menjelaskan bahwa peranan pers idealnya memberikan informasi berdasarkan fakta dan kebenaran sekaligus menjadi media edukasi penyampai informasi yang mendidik.

"Bukan mencari-cari kesalahan dan tidak netral," kata dia.

Namun demikian, ia mengemukakan, fenomena di Indonesia saat ini kehidupan pers tidak luput dari pengaruh kapitalisme yang menyebabkan idealisme pers semakin luntur.

Sebagai penyeimbang, menurut dia, humas pemerintah harus membina hubungan yang harmonis dan membina martabat atau citra instansi dalam pandangan masyarakat, sehingga dapat meningkatkan kepercayaan dan memperoleh pengertian dari masyarakat.

Pelatihan yang digelar Lembaga Kantor Berita Nasional (LKBN) ANTARA Biro Padang bekerja sama dengan Bakohumas Pemerintah Provinsi Sumatera Barat dan berlangsung 5-7 Desember 2011 itu diikuti jajaran humas pemerintah kabupaten/kota dan BUMN/BUMD se-Sumbar.

Selain Tarman Azzam, James Pardede dan Surya Budhi, ikut sebagai pemateri, antara lain Sekretaris Ditjen Otda Kemendagri, Ujang Sudirman, dan Direktur Pemberitaan Perum LKBN ANTARA, Syaiful Hadi. (*)