Kamis, 19 September 2019

Wartawan ditembak di Filipina

Cagayan de Oro  (ANTARA News/AFP) - Seorang wartawan merangkap komentator radio ditembak dan terluka serius di Filipina, dalam  serangan terbaru di salah satu negara dunia yang paling berbahaya bagi wartawan itu, kata polisi setempat, Jumat.

James Licuanan, wartawan itu, disergap pada Kamis ketika  pulang dengan sepeda motor dari acara bincang-bincang malam di satu stasiun radio di kota Cagayan de Oro selatan, kata kepala polisi setempat, Inspektur Senior Gerardo Rosales kepada AFP.

 

Dia terkena satu peluru di pantat yang tembus melalui  perutnya, dan tetap tak sadarkan diri di rumah sakit setempat pada Jumat, kata Rosales menambahkan.

Rekan-rekan Licuanan, yang minta tidak disebutkan namanya, mengatakan bahwa rekannya itu telah menerima ancaman pembunuhan melalui telepon dua pekan lalu karena membahas perdagangan obat-obatan ilegal dan bentuk-bentuk korupsi lainnya di kota itu.

Rosales mengatakan, polisi sedang menyelidiki apakah serangan itu terkait dengan pekerjaannya.

Media dan kelompok hak asasi manusia mengatakan, Filipina adalah salah satu tempat yang paling berbahaya di dunia bagi wartawan, dengan enam pekerja media tewas tahun ini saja.

Sebanyak 147 wartawan telah tewas di negara itu sejak 1986,
kata  Persatuan Wartawan Nasional Filipina.

Tahun paling mematikan bagi insan media di negara itu terjadi pada 2009, ketika 32 pekerja media di antara 57 orang dibunuh di Filipina selatan, yang diduga dilakukan oleh anggota klen kuat yang ingin menghilangkan tantangan politik saingan menjelang pemilihan gubernur. (*)