Jumat, 15 November 2019

Wartawan Indopos Laporkan Pemukulan Dalmas

Jakarta  (ANTARA News) - Wartawan foto Harian Indopos, Febrian Pradolo, melaporkan anggota Pengendali Massa (Dalmas) Direktorat Sabhara Polda Metro Jaya, Bripda Novan, terkait dugaan pemukulan saat peliputan unjuk rasa di Bundara Hotel Indonesia (HI), Jakarta Pusat, Rabu (19/10).

"Laporan sudah disampaikan kepada petugas Propam Polda Metro Jaya," kata Febrian di Markas Polda Metro Jaya, Kamis.

Febrian melaporkan Bripda Novan berdasarkan Surat Tanda Penerimaan Laporan Nomor : STPL/90/X/2011/Yanduan tertanggal 20 Oktober 2011.

 

Pelapor juga menyerahkan barang bukti berupa sembilan lembar foto terlapor bersama korban setelah kejadian pemukulan dan dua orang saksi yang melihat peristiwa, yakni pewarta foto Harian Kontan Fransiskus Simbolon dan pewarta foto Harian Poskota Fernando Toga.

Sebelumnya, seorang oknum anggota Dalmas Ditsabhara Polda Metro Jaya, Bripda Novan diduga memukul pewarta foto Harian Indopos Febrian Pradolo alias Ferry saat meliput unjuk rasa di Bundaran HI, Jakarta Pusat, Rabu (19/10).

Kejadian berawal pengunjuk rasa dari kelompok mahasiswa Universitas Indonesia (UI) terlibat kericuhan dengan anggota Dalmas Ditsabhara Polda Metro Jaya.

Febrian mengabadikan kejadian saat petugas kepolisian mengevakuasi dengan cara menggendong salah satu mahasiswi UI menuju kendaraan tahanan.

"Saat mengambil gambar, mendadak ada polisi yang memukul saya pada bagian kepala belakang sebelah kiri dengan menggunakan benda tumpul keras sejenis tas," tutur Febrian.

Febrian menambahkan oknum anggota tersebut, sempat akan memukul kembali, namun salah seorang pewarta foto lain mencegah tindakannya.

Rekan korban sempat menghubungi Kepala Biro Operasi Polda Metro Jaya Komisaris Besar Polisi Sujarno yang menyarankan korban membuat laporan resmi kepada petugas Propam.

Sementara itu, Ketua Forum Wartawan Polri Edi Saputra Hasibuan mendesak petugas Propam Polda Metro Jaya segera mengusut insiden pemukulan terhadap wartawan yang sedang meliput tersebut.

"Penyidik harus segera memeriksa oknum anggota kepolisian yang memukul wartawan," ujar Edi seraya menambahkan siapa pun pelaku kekerasan harus ditindak tegas. ***3***
(T014/M026)