Rabu, 20 November 2019

Polres Kendari Buru Penikam Wartawan Indosiar

Persatuan Wartawan Indonesia

(repro: the Jakarta Post)

Kendari, (ANTARA News) - Aparat Kepolisian Resort (Polres) Kendari terus memburu pelaku penikaman Wartawan Indosiar, Doni Oktayudha (31) yang diyakini masih berada di wilayah Kota Kendari atau Kabupaten Konawe Selatan, Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra).


Kapolres Kendari, AKBP Yuyun Yudhantara, di Kendari, Selasa, mengatakan bahwa penyidik sudah melayangkan surat panggilan terhadap penanggung jawab unjukrasa untuk dimintai informasi.
"Penanggung jawab demonstrasi patut dimintai informasi karena pelaku adalah bagian dari massa pengunjukrasa. Dari rangkaian informasi yang dikumpulkan diyakini dapat mengungkap siapa pelaku utama," kata Kapolres Kendari AKBP Yuyun.

Wartawan Indosiar Doni yang sedang melakukan tugas peliputan berita ditikam pengunjukrasa dengan menggunakan senjata tajam (keris, red) di Jl Ahmad Yani pada Senin (22/8) yang mengakibatkan luka robek pada tangan sebelah kiri dan jari kaki sebelah kanan.

"Saya diserang menggunakan senjata tajam saat merekam aksi unjukrasa. Tidak tahu kesalahan saya," kata Doni usai menjalani perawatan di Rumah Sakit Bhayangkara Polda Sultra.

Sebelum insiden penikaman wartawan Doni, sejumlah warga  menggelar unjukrasa di Mapolres Kendari.

Di Mapolres Kendari pengunjukrasa yang dipimpin Kaisar menyuarakan proses hukum terhadap pelaku pembunuhan siswa salah satu SMU di Kota Kendari akhir Juli 2011.

Dalam perjalanan pulang dari Mapolres Kendari,  massa tiba-tiba memeriksa setiap warga yang melintas di bilangan jalan Wua Wua kemudian menanyakan etnis atau suku tertentu disertai penganiayaan.

Komunitas pers yang terdiri dari beberapa organisasi kewartawanan baik media cetak, televisi dan media on line menyampaikan keprihatinan di Mapolres Kendari.

Kapolres Kendari AKBP Yuyun Yudhantara didampingi Kabib Humas Polda Sultra AKBP Fahrurozzi mengatakan kepolisian sedang melakukan pengejaran terhadap oknum pelaku.

"Tidak ada istilah pilihan dalam menegakan hukum. Bukan memandang siapa korban atau siapa pelaku tetapi hukum ditegakkan berdasarkan bukti," kata Kapolres Yuyun. (*)