Rabu, 18 September 2019

Diskominfo Lampung Dukung SJI dan Kompetensi Wartawan

Bandarlampung  (ANTARA News) - Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Kominfo) Provinsi Lampung, Setiato, menyatakan mendukung akan segera dimulainya proses belajar mengajar pada Sekolah Jurnalisme Indonesia (SJI) dan penerapan standard kompetensi wartawan di jajaran Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Cabang Lampung.

Setiato mengatakan hal itu didampingi Kepala Bidang (Kabid) Humasnya, Yurnalis, ketika menerima kunjungan silaturahim pengurus PWI Cabang Lampung, dipimpin Ketuanya, Supriyadi Alfian, di Bandarlampung, Selasa.
Menurut Setiato yang baru beberapa pekan menjabat Kadis Kominfo Provinsi Lampung menggantikan Akmal Jahidi, keberadaan SJI dan penerapan standard Kompetensi Wartawan sangat positif dan penting dalam rangka meninagktkan kualitas sumber daya manusia (SDM) wartawan khususnya di Lampung.

Oleh karena itu, kata mantan Kadis Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Nakertrans) Lampung itu, pihaknya sangat mendukung keberadaan SJI dan akan membantu sesuai kemampuan dan kewenangan yang dimiliki jajaran Pemda Lampung.

"Kami menyambut baik dan siap mendukung, karena itu secara teknis akan kita komunikasikan dan koordinasikan lebih jauh dengan Gubernur Lampung serta jajaran terkaitnya," kata Pak Ato, demikian panggilan akrab Setiato.

Pada kesempatan itu Kadis Kominfo Provinsi Lampung juga mengharapkan agar kerja sama dan komunikasi yang baik antara jajaran Pemda Provinsi Lampung dengan insan-insan pers, media massa, dan PWI Cabang Lampung terus ditingkatkan.

Namun, ia mengemukakan, sebagai orang baru di Kominfo dirinya menyadari masih harus beradaptasi dan menyesuaikan diri karena banyak hal yang harus ditangani di Kominfo dalam upaya ikut membangun Lampung melalui bidang Kominfo, termasuk bagaimana mencerdaskan masyarakat perdesaan agar tidak gagap teknologi (Gaptek).

"Jadi tugas Kominfo ini sangat banyak dan berat, tidak hanya mengurusi jadi juru bicara pemerintah daerah, tapi banyak tugas lain yang sagat penting, karena itu sangat membutuhkan dukungan dari mitra kerja, di antaranya kalangan pers," katanya.

Berkaitan dengan banyaknya wartawan yang melaksanakan tugas di lingkungan Pemda Provinsi Lampung,  baik Setiato maupun Yurnalis mengatakan, sedang terus dibenahi, baik dari segi identitas, asal media, organisasi, dan sarana serta prasarana yang mendukung tugas-tugas wartawan.

Selama ini di jajaran Pemda Provinsi Lampung sudah terbentuk Komunitas Jurnalis Sekretariat/Provinsi (KJSP), yang beranggotakan puluhan wartawan profesional baik media cetak maupun media elektronik dan "online" dari daerah maupun pusat, dan baru saaja memilih kepengurusan baru.

Ketua PWI Cabang Lampung, Supriyadi Alfian, yang juga Pemimpin Umum/Pemimpin Redaksi Mingguan Bandar Lampung News (BLN), mengatakan, SJI itu sudah resmi dibuka, kerja sama antara PWI Cabang Lampung, PWI Pusat, dan membutuhkan dukungan sinergi dari jajaran Pemda Provinsi Lampung.

Setelah pembukaan SJI itu dilakukan beberapa waktu lalu, kegiatan belajar dan mengajarnya akan segera dilakukan, karena sarana pendukung dan tenaga pengajarnya baik dari PWI pusat dan PWI Cabang sedang disiapkan secara menyeluruh, diharapkan tuntas dalam waktu dekat.          

Supriyadi menambahkan, sekolah jurnalistik itu  merupakan salah satu terobosan untuk meningkatkan profesionalisme para pekerja pers khususnya di Provinsi Lampung.

Diadakannya sekolah itu salah satunya adalah untuk mengakomodasi dan memberikan pengetahuan lebih terhadap pekerja pers yang masih lulusan SLTA. (*)