Kamis, 19 September 2019

BBC Minta NATO Selidiki Kematian Wartawan di Afghanistan

Persatuan Wartawan Indonesia
London  (ANTARA News/AFP) - Jaringan multimedia massa berbasis radio berita BBC meminta pasukan Pakta Pertahanan Atlantik Utara (NATO) di Afghanistan untuk menyelidiki kematian seorang wartawan lokal yang bekerja buat media elektronik Inggris itu, yang tewas di negara yang dikoyak perang tersebut pekan terakhir Juli.

Ahmed Omed Khpulwak (25) adalah salah satu dari 21 orang yang tewas pada Kamis (28/7) dalam pertempuran lima jam di provinsi Uruzgan, Afghanistan selatan. Dalam peristiwa tersebut, anggota Taliban juga mengincar kompleks tempat tinggal wakil gubernur provinsi itu.
 
BBC menyatakan, "laporan yang saling bertentangan" membuat lembaga penyiaran tersebut meminta Pasukan Bantuan Keamanan Internasional (ISAF), pimpinan NATO, untuk menyelidiki kematiannya. Taliban telah membantah faksi santri itu membunuh wartawan tersebut dan malah menuduh polisi sebagai pelakunya.

"Bermacam laporan yang bertolak-belakang telah muncul berkenaan dengan kenyataan seputar kematiannya (Khpulwak)," kata BBC di dalam satu pernyataan sebagaimana dikutip AFP.

"BBC secara resmi telah meminta Pasukan Bantuan Keamanan Internasional mengenai kematiannya dan melaporkan temuannya kepada BBC serta keluarga Khpulwak secepat mungkin," katanya.

Khpulwak bekerja buat BBC dengan dasar wartawan lepas dan bergabung denga lembaga penyiaran tersebut pada Mei 2008, katanya. Ia juga bekerja buat kantor berita Afghanistan, Pajwak.

Juru bicara Taliban Qari Yousuf Ahmadi mengatakan kepada AFP pada Kamis para penyerang itu berasal dari kelompok gerilyawan, tapi membantah membunuh wartawan tersebut. Faksi itu menyatakan polisi bertanggung jawab atas kematiannya.

Serangan tersebut adalah yang paling mematikan yang terjadi di Afghanistan dalam lebih dari satu bulan. Tujuh penyerang bunuh diri mengincar beberapa lokasi berbeda di ibu kota Uruzgan, Trinkot, dan satu bom sepeda motor diledakkan dengan menggunakan kendali jarak jauh di luar markas polisi. (*)