Rabu, 20 November 2019

Dewan Pers Verifikasi PWI untuk Lembaga Penguji Kompetensi Wartawan

Jakarta (PWI News) - Dewan Pers melakukan verifikasi kelengkapan dokumen dan mewawancarai sejumlah Pengurus Pusat Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) untuk memenuhi persyaratan selaku Lembaga Penguji Kompetensi Wartawan, di Jakarta, Jumat.

Wakil Ketua Dewan Pers, Bambang Harymurti, memimpin tim verifikasi Dewan Pers yang melibatkan anggota Dewan Pers, Wina Armada Sukardi dan M. Ridlo 'Eisy, bersama sejumlah staf sekretariatnya.

"Kami dari Dewan Pers tentunya menyambut baik keinginan PWI untuk menjadi Lembaga Penguji Kompetensi Wartawan. PWI punya sejarah panjang dan organisasi profesi yang paling banyak anggotanya di Indonesia. Apalagi, PWI juga telah menyiapkan diri secara matang," kata Bambang Harymurti.

Ia mengemukakan, Dewan Pers pada 6 Mei 2011 telah mengeluarkan Surat Keputusan kepada Lembaga Pers Dr. Soetomo (LPDS) sebagai Lembaga Penguji Kompetensi Wartawan yang pertama kali, setelah menjalani verifikasi administrasi maupun sejumlah hal lainnya.

"Kita semua juga tahu bahwa LPDS merupakan lembaga pendidikan dan pelatihan yang melibatkan banyak pihak, stake holders pers nasional, termasuk banyak pengurus PWI juga di dalamnya.  Ini semua sinergi positif untuk lebih memajukan pers nasiona sekaligus menjamin kebebasan pers untuk kepentingan rakyat banyak," kata Bambang Harymurti menambahkan.

Sementara itu, Priyambodo RH yang mewakili  Pengurus Pusat PWI mengemukakan bahwa PWI telah mengadakan serangkaian persiapan untuk menjadi Lembaga Penguji Kompetensi Wartawan, antara lain melakukan pelatihan bangi para calon penguji standar kompetensi wartawan untuk semua jenjang karir, yakni Wartawan Muda,Wartawan Madya dan Wartawan Utama.

"PWI juga telah menyosialisasikan Standar Kompetensi Wartawan kepada anggotanya di seluruh cabang provinsi dalam berbagai kegiatan, terutama saat Hari Pers Nasional di Kupang pada Februari 2011, dan Safari Jurnalistik," kata Ketua Bidang Multimedia PWI Pusat tersebut.

Marah Sakti Siregar selaku Ketua Bidang Pendidikan PWI Pusat menambahkan, PWI dalam dua tahun berjalan ini juga menekankan pentingnya kompetensi wartawan kepada seluruh anggota, terutama mereka yang mengikuti pendidikan dan pelatihan di Sekolah Jurnalisme Indonesia (SJI).

PWI selama ini telah mendirikan SJI di Palembang (Sumatera Selatan), Semarang (Jawa Tengah), Bandung (Jawa Barat), dan Samarinda (Kalimantan Timur). "Kami menargetkan di setiap cabang, ibukota provinsi, memiliki SJI untuk meningkatkan kompetensi wartawan. Memang bukan hal yang mudah, tapi kami harus lakukan secara maksimal," ujarnya.

Ketua PWI Pusat, H. Margiono, selama proses verifikasi tersebut bersikap netral memenuhi ketentuan yang berlaku karena dirinya juga menjadi salah seorang dari sembilan anggota Dewan Pers. Ia terlihat hanya menyaksikan berlangsungnya proses verifikasi dokumen dan berbagai kelengkapan administrasi yang disahkan Dewan Pers berkaitan dengan penerapan tata cara organisasi profesi menjadi Lembaga Penguji Kompetensi Wartawan.

Dewan Pers mengemukakan kelengkapan administrasi PWI Pusat telah memenuhi persyaratan, dan menjadi bahan dalam rapat pleno sebagai rangkaian proses pengesahan Lembaga Penguji Kompetensi Wartawan.

Setelah proses verifikasi berakhir, Margiono menyatakan bahwa PWI menempatkan pendidikan wartawan untuk meningkatkan kompetensi anggotanya sebagai prioritas utama. "Sembilan dari sepuluh program kerja PWI adalah meningkatkan pendidikan dan pelatihan bagi wartawan, agar mereka profesional, berwawasan dan beretika sesuai tuntutan zaman," ujarnya. (*)