Sabtu, 23 November 2019

Jengkel, Marzuki Alie Kritik Wartawan!

Ketua DPR RI, Marzukie Ali saat menanggapi mahasiswa yang berunjuk rasa di Universitas Brawijaya, Malang, Jawa Timur, Kamis (16/6/2011).

Ketua DPR RI, Marzukie Ali saat menanggapi mahasiswa yang berunjuk rasa di Universitas Brawijaya, Malang, Jawa Timur, Kamis (16/6/2011). 

MALANG, KOMPAS.com — Dalam kondisi didesak oleh puluhan aktivis mahasiswa dari dua organisasi, yakni Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) dan Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) yang mewakili ratusan peserta aksi yang menghadangnya, Ketua DPR Marzuki Alie membeberkan semua unek-unek yang menimpanya.

Salah satunya, Marzuki Alie mengungkapkan kejengkelannya terhadap sikap wartawan, baik cetak maupun elektornik, yang setiap hari mangkal di Gedung DPR Jakarta.

Marzuki mengatakan, wartawan yang setiap hari mangkal di DPR banyak yang tak menggunakan etika. "Saya sampaikan yang sebenarnya, wartawan yang ada setiap harinya mangkal di gedung Dewan, sudah tak punya etika lagi," ujarnya.

Marzuki mengaku, dirinya sudah sering memperingatkan wartawan yang sembarangan masuk ke kantor Dewan. "Masuk ruangan sembarangan, tanpa izin, duduknya juga tak sopan, kaki kadang diangkat ke atas kalau duduk," katanya.

Kalau diperingatkan, kata Marzuki, mereka menjawab sudah bertahun-tahun menempati kantor wakil rakyat tersebut. "Pernah saya peringatkan, karena sembarangan masuk ruangan, duduk kakinya di atas, jelas tidak sopan, malah bilang, saya sudah lama mangkal di Dewan," kata Marzuki menirukan perkataan wartawan yang diperingatkannya.

Lebih lanjut, Ketua DPR juga menyampaikan bahwa tak jarang media yang membesar-besarkan persoalan. "Seperti pemberitaan soal kolam renang di gedung Dewan yang baru. Sebenarnya, bukan Dewan yang minta, tetapi Dewan hanya mengusulkan bahwa kalau gedung Dewan dibangun berlantai-lantai, harus ada air di tengah-tengah sebagai antisipasi kalau terjadi kebakaran," paparnya.

Hampir semua perhotelan yang memiliki banyak lantai pasti di tengah-tengah lantai ada air sebagai antisipasi kalau nantinya ada kebakaran di gedung tersebut. "Kalau gedung Dewan akan dibangun banyak lantainya, jelas (air) harus ada. Agar juga bisa dimanfaatkan, juga bisa dijadikan kolam renang. Itu usulan Dewan saat rapat," katanya.

Keesokan harinya, kata Marzuki, semua media Nusantara sudah menulis bahwa Dewan minta kolam renang. "Ini kan sudah tidak benar. Akhirnya, publik menyalahkan saya selaku Ketua DPR. Padahal dalam pembangunan gedung Dewan itu buka inisiatif Dewan, tapi Kementerian PU," katanya.

Lebih lanjut Marzuki berharap media tidak hanya memberitakan hal yang jelek-jelek tentang kinerja Dewan, tapi yang bagus juga harus dipublikasikan. "Mari kita bangun Indonesia itu lebih baik, dengan sistem yang baik. Dukung rencana strategis yang saya rancang tentang sistem kinerja Dewan ke depan," katanya.