Kamis, 19 September 2019

PWI : Jangan Sampai Bola Tak Berlaga di SEAG

PSSI (ANTARA News/ )

Jakarta (ANTARA News) - Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Pusat mengingatkan otoritas sepak bola nasional agar jangan sampai sepak bola tak berlaga di SEA Games 2011 menyusul adanya kisruh menjelang Kongres 20 Mei.

"Sebagai bagian dari masyarakat, kami akan selalu mengupayakan agar sepak bola harus ikut SEA Games. Jangan sampai karena sepak bola Indonesia terkena sanksi dari FIFA, Indonesia tidak bisa mengikuti cabang sepak bola di SEA Games November mendatang," kata Ketua PWI Pusat Margiono di Jakarta, Kamis.

Ia menegaskan, masyarakat Indonesia akan kecewa bila cabang sepak bola tidak bisa ikut SEA Games 2011.

Sebagai upaya untuk menyelamatkan sepak bola Indonesia dari ancaman sanksi, PWI pun meminta agar pihak-pihak yang memaksakan kehendak untuk melawan keputusan FIFA dan bisa berpikir lebih jernih.

Menurut Margiono, dengan waktu yang sudah cukup mendesak ini dibutuhkan sebuah sikap arif dan bijaksana karena Indonesia akan menjadi tuan rumah SEA Games pada November 2011.

Margiono yang didampingi Sekjen PWI Pusat Hendry CH Bangun, Ketua SIWO Pusat Radja Parlindangan Pane, mantan Ketua SIWO PWI Pusat Atal S Depari, dan mantan Ketua PWI Sofyan Lubis ini menyatakan bahwa PWI merasa perlu ikut serta untuk menentukan masa depan sepak bola Indonesia.

"PWI akan terus berusaha mendorong agar proses reformasi PSSI ini bisa berjalan dengan baik dan transparan," katanya.

Menurut dia, proses reformasi sepak bola tengah berlangsung sehingga diharapkan Kongres PSSI berjalan dengan baik dan demokratis.

"Kami meminta agar semua berlangsung transparan tanpa ada agenda-agenda yang disembunyikan, baik itu oleh Komite Normalisasi maupun dari para pemilik suara," katanya.

Pada Kongres Sepakbola Nasional (KSN) di Malang, beberapa waktu lalu, menurut Margiono, PWI selalu mengkritisi sikap tertutup, khususnya dengan pengurus PSSI saat itu.

Sikap itu juga akan dilakukan menyikapi hal-hal yang terjadi menjelang Kongres PSSI, 20 Mei mendatang. Salah satunya dengan adanya sikap ngotot Kelompok 78 yang tetap memaksa mengusung pasangan Jenderal TNI George Toisutta dan Arifin Panigoro.

Padahal, FIFA sudah memutuskan bahwa kedua calon itu tidak diperkenankan maju lagi bersama mantan Ketua dan Wakil Ketua Umum PSSI Nurdin Halid dan Nirwan Bakrie.

"Kami tidak ingin ada kelompok yang memaksakan kehendak di luar ketentuan dan statuta FIFA. Kami khawatir sikap ini akan berdampak buruk bagi sepak bola Indonesia, khususnya menjelang bergulirnya SEA Games. Untuk itulah kami mengimbau agar mereka berbesar hati. Kami yakin pak George dan pak Arifin juga mempunyai jiwa besar dan sangat mengerti dengan larangan FIFA itu," kata Margiono.

Margiono mengharapkan kongres menghasilkan ketua yang lahir dari proses yang telah sesuai dengan ketentuan yang ada.

"Yang pasti ketua umum PSSI harus orang profesional, mencintai dan mengerti bola, serta mempunyai waktu untuk mengurus sepak bola," katanya.(*)