Minggu, 17 November 2019

Presiden: Gunakan Kekuasaan Secara Proporsional

Kupang (ANTARA News) - Presiden Susilo Bambang Yudhoyono meminta kepada semua pihak untuk bertindak dan menggunakaan kekuasaan secara proporsional sehingga terwujud kehidupan demokrasi dan kesejahteraan sesuai dengan yang diinginkan.

Hal tersebut disampaikan Presiden dalam peringatan Hari Pers Nasional 2011 di Kupang, Rabu.

"Perihal kontrol terhadap kekuasaan dalam kehidupan berbangsa dan bernegara saya ingin sampaikan pandangan, tentu saya ungkapkan dalam niat baik, berdasarkan pengalaman dan apa yang saya rasakan, saya ingin Presiden berikutnya lebih berhasil dan kehidupan bangsa lebih baik," kata Kepala Negara.

 

Presiden mengatakan, semua pihak dari mulai Presiden, Wakil Presiden, pejabat pemerintah, kalangan dunia usaha, lembaga swadaya masyarakat hingga pers harus memampu menggunakan kekuasaan yang dimiliki secara proporsional.

Ia menjelaskan, di masa tumbuhnya demokrasi pasca reformasi 1998, kekuasaan tidak terpusat hanya pada Presiden atau pemerintah pusat, namun pemerintah daerah hingga berbagai kalangan memiliki porsi dalam kekuasaan untuk pembangunan demokrasi dan kesejahteraan.

"Saya berpendapat, siapapun yang memiliki dan pegang kekuasaan seperti presiden,Wapres dan bisa juga gubernur, bupati, DPR, DPRD, MK, partai politik, militer,lsm dan lainnya harapan kita untuk diingat, gunakan kekuasaan secara patut dan tepat tidak disalahgunakan dan dalam situasi saling kontrol," kata Presiden.

Ia menambahkan,"pandangan saya stabilitas politik dan kerukunan, langsung tidak langsung ditentukan apakah di negeri ini terjadi 'check and balancies',"

Bagi kalangan pers sendiri, Presiden memberikan apresiasi atas peran selama ini dalam memajukan demokrasi dan pembangunan nasional.

"Pers telah aktif ikut mencerdaskan kehidupan bangsa,ikut kembangkan kehidupan demokrasi dan kontrol pemerintahan dan kekauasaan. Tiga hal yang dikontribusikan pers tentu sangat berguna dalam memastikan kehidupan bernegara bukan hanya menuju arah benar namun senantiasa mencapai hasil yang lebih baik," kata Presiden.

Dalam peringatan itu disampaikan penghargaan jurnalistik Adinegoro, medali emas persaudaraan pers kepada Wakil PM Timor Leste Jose Luis Guiterres, dan Nasional Union Journalist Malaysia Fahruli dan sertifikat tokoh pers kepada Fikri Jufrie dan Sabam Siagian.

Peringatan Hari Pers Nasional 2011 diselenggarakan di Aula El Tari, Kompleks Kantor Gubernur Nusa Tenggara Timur dan dihadiri oleh Presiden Susilo Bambang Yudhoyono dan Ibu Negara Ani Yudhoyono.

Dalam kesempatan itu Presiden Susilo Bambang Yudhoyono juga memberikan apresiasi atas pembangunan Provinsi Nusa Tenggara Timur dan menyatakan bahwa pemerintah pusat serius untuk mendorong keberhasilan peningkatan kesejahteraan di kawasan itu.

"Ini adalah kunjungan saya ke NTT ke sekian kalinya, setiap berkunjung ke Kupang saya selalu melihat perubahan ke arah yang lebih baik. Sebagaiman kita saksikan Kupang semakin maju dan hijau tumbuh subur dan semakin semarak," kata Presiden dalam sambutan pada peringatan Hari Pers Nasional di Kupang, Rabu.

Kepala Negara mengatakan pemerintah pusat bertekad terus mendorong kemajuan provinsi yang berbatasan dengan Timor Leste itu.

Presiden menjelaskan kunjungan kerja hingga Jumat (11/2) mendatang di NTT selain menghadiri HPN 2011 juga ingin melihat dan memantau langsung perkembangan NTT sehingga bisa merumuskan hal-hal yang diperlukan oleh NTT.

"Nanti sore akan menerima laporan Gubernur NTT sekaligus saya sampaikan ke masyarakat NTT apa yang akan dan tengah dilakukan pemerintah pusat untuk membantu pembangunan. Dan peninjauan ke berbagai tempat sampai tanggal 11 mendatang," katanya.

Alokasi anggaran dari APBN bagi NTT, kata Kepala Negara setiap tahun terus meningkat.

"Tahun lalu APBN untuk NTT berjumlah Rp14,1 triliun tahun ini menjadi Rp16,1 triliun, setelah gubernur laporkan konsep percepatan pembangunan ekonomi, kami sepakat BUMN dan swasta untuk ikut melakukan kegiatan di sini," kata Presiden.

Rabu sore, Presiden menuju Soe, ibu kota Kabupaten Timor Tengah Selatan dan menginap di Pendopo Kabupaten. Pada Kamis pagi dijadwalkan menuju Atambua dan menginap di Yonif 744 kemudian kembali ke Kupang pada Jumat pagi, serta bertolak menuju Jakarta pada Jumat siang. (*)