Kamis, 19 September 2019

NTT Masih Tertinggal

KUPANG, POS KUPANG. com  -- Gubernur NTT, Drs. Frans Lebu Raya mengatakan, NTT masih tertinggal. Dari 21 kabupaten/kota, masih terkategorikan sebagai daerah tertinggal, kecuali Kota Kupang.

"Tapi, kami punya modal sosial untuk membangun daerah ini sehingga bisa berkembang. Dan, kehadiran semua di sini kami percaya sebagai sebuah motivasi besar, dorongan dan semangat yang diberikan kepada pemerintah dan masyarakat NTT untuk terus berjuang menyelesaikan sebagian besar masalah yang saat ini dihadapi," kata Lebu Raya pada acara jamuan makan malam dengan undangan dan peserta HPN di Restorant Teluk Kupang, Selasa (8/2/2011).

Menurut Lebu Raya, jamuan makan malam sesungguhnya sebagai tanda sukacita, rasa persaudaraan, keluargaan, kebersamaan sesama anak bangsa. "NTT yang jauh dari pikiran dan perasaan banyak orang, mudah-mudahan dengan kehadiran semua di sini pikiran dan perasaan itu semakin dekat dan kemudian merasa senasib, sepenangungan dalam membangun bangsa ini dari NTT," katanya.

Lebu Raya menyatakan turut berbahagia karena dari seluruh Indonesia berkumpul di Kupang, NTT. Ia menyampaikan terima kasih kepada pengurus PWI Pusat dan Dewan Pers yang memilih Kupang sebagai  tuan rumah HPN ke-65 tahun 2011. "Apakah 33 tahun lagi Kupang bisa jadi tuan rumah HPN, tapi saya percaya karena ini pertama kali NTT menjadi tuan rumah pada acara berskala nasional," ujar Lebu Raya.

Pada kesempatan itu, Gubernur memberi penghargaan kepada wartawan yang berjasa kepada daerah NTT. Selain piagam, pemerintah propinsi memberi cincin emas kepada sepuluh wartawan asal NTT, yakni Valens G Doy (alm), Kulius Siyaramamual (alm), P. Alex Beding, SVD, Peter A Rohi, Aco Manafe, Gerson Poyk, Rikard Bagun, Laurens Tato, Frans Padak Demon dan Primus Dorimulu.

Jamuan makan malam itu dirangkaikan juga dengan penandatangan MoU (memorandum of understanding) antara Bupati Sumba Timur, Drs. Gidion Mbilijora dan investor asal Taiwan tentang pengembangan ternak di Kabupaten Sumba Timur.(yel/ira)


Wartawan Penerima Penghargaan

- Valens G Doy (alm)
- Julius Siyaramamual (alm)
- P. Alex Beding, SVD
- Peter A Rohi
- Aco Manafe
- Gerson Poyk
- Rikard Bagun
- Laurens Tato
- Frans Padak Demon
- Primus Dorimulu.