Minggu, 17 November 2019

HPN 2011 Bentuk Penghargaan ke NTT

Presiden SBY dan Ibu Ani disambut Gubernur NTT Frans Lebu Raya, setiba di Bandara El Tari, Kupang, Selasa (8/2) siang. (foto: cahyo/presidensby.info)
Gubernur NTT Frans Lebu Raya menyambut Presiden
di Bandara El Tari, Kupang, Selasa (8/2) siang.
(foto: cahyo/presidensby.info)
 
Kupang (ANTARA News) - Gubernur Nusa Tenggara Timur Frans Lebu Raya mengatakan, peringatan  Hari Pers Nasional (HPN) ke-65 tahun 2011 di Kota Kupang merupakan bentuk penghargaan sekaligus penghormatan terhadap pemerintah dan masyarakat Pers di wilayah itu.

"Terima kasih atas kepercayaan, kehormatan dan kebanggaan yang diberikan kepada masyarakat Nusa Tenggara Timur, dimana Bapak Presiden dan Ibu Hj. Ani Bambang Yudhoyono beserta rombongan melakukan kunjungan kerja dan tinggal selama empat hari di daerah ini. Kehadiran dan kebersamaan ini sungguh monumental, yang akan senantiasa dikenang masyarakat Nusa Tenggara Timur," katanya di Kupang, Rabu.
Gubernur Lebu Raya mengatakan hal ini, ketika berkesempatan mengucapkan selamat datang kepada Pengurus Persatuan Wartawan Indonesia dan Dewan Pers, serta seluruh keluarga besar pers dan media massa.

"Terima kasih atas kepercayaan, kehormatan dan kebanggaan yang diberikan  kepada masyarakat Nusa Tenggara Timur (NTT), menjadi tuan rumah Perayaan Hari Pers Nasional Tahun 2011," katanya.

Menurut Gubernur Lebu Raya, Nusa Tenggara Timur mungkin kebanyakan telah mendengar namanya, karena sebagian di antaranya, pernah mengunjungi  daerah ini dan mengenal nama ini secara baik.

"Ada yang mengenal Nusa Tenggara Timur karena keunikan budaya yang dimiliki seperti suku Boti di Timor, Megalitik Merapu dan Pasola di Sumba, Tarian Caci di Manggarai, tradisi berburu Ikan Paus di Lembata, Sasando Rote serta tenun ikat," katanya.

Berikut keunikan alam yang dimiliki seperti Komodo di Manggarai Barat, 17 pulau Riung di Ngada, Danau Tiga Warna Kelimutu di Ende, Kuda Sandelwood di Sumba, Cendana di Timor dan keunikan religi seperti Prosesi Jumat Agung di Larantuka.

Selanjutnya keunikan sejarah melalui situs Bung Karno di Ende juga ada yang mengingat NTT karena stigma kemiskinan, daerah kering dan kurang air sebagaimana iklan  di televisi "sumber air su dekat".

"Saat ini, sambil mengikuti rangkaian kegiatan Perayaan Hari Pers Nasional Tahun 2011 di Kupang, terbuka kesempatan seluas-luasnya kepada semua kita untuk mengenal NTT secara lebih dekat," katanya.

Sebagai provinsi kepulauan, katanya, gugusan pulau besar dan kecil memiliki keunikan dan potensi tersendiri.  Laut NTT memiliki potensi perikanan, pesona  pantai, keindahan terumbu karang, potensi rumput laut, mutiara dan garam, keanekaragaman  biota laut.

Di darat, katanya terdapat potensi jagung, kakao, peternakan, cendana dan gaharu, serta potensi tambang seperti marmer, mangan dan lainnya.

"NTT juga memiliki potensi modal sosial yang dapat memberikan kenyamanan dalam berinvestasi di daerah ini seperti kerukunan hidup beragama dan tekad  bersama untuk sehati sesuara membangun NTT baru," katanya.   

Soal kerukunan dan komitmen sehati sesuara ini, menjadi hal yang biasa di NTT, seperti perayaan hari besar keagamaan selalu berlangsung dalam suasana nyaman, aman dan damai, penuh kekeluargaan dan persaudaraan, katanya.

Ia mengatakan, pastor, pendeta, ustadz dan romo penditha duduk berdampingan semeja dan secara bergilir memberi pembinaan rohani sesuai ajaran masing-masing agama kepada PNS (anggota KORPRI) yang duduk berbaur tanpa membedakan agama satu dengan lainnya.

Irama kasidah yang dinyanyikan remaja masjid, bergema saat perayaan Natal Bersama, atau pemuda gereja menjaga tempat berlangsungnya Shalat Idul Fitri dan Idul Adha.

Masyarakat dari berbagai etnis dan suku, duduk bersama, saling bantu menyelesaikan sebuah persoalan dalam suasana kebersamaan, persaudaraan dan gotong royong.

Pemerintah dan masyarakat Nusa Tenggara Timur mempersilahkan seluruh rekan-rekan pers untuk melihat dan merekam semua yang ditemui selama berada di daerah ini.
 
"Kami juga berterima kasih kepada Persatuan Wartawan Indonesia, Dewan Pers Nasional serta Panitia Hari Pers Nasional Tahun 2011, yang memberi apresiasi luar biasa terhadap perjuangan NTT dan enam Provinsi Kepulauan lainnya untuk mendapat legitimasi normatif sebagai Provinsi Kepulauan dengan melaksanakan seminar tentang Provinsi Kepulauan," katanya. (*)