Jumat, 15 November 2019

Margiono: Polisi Jangan Pidanakan Wartawan

Solo (ANTARA News) - Ketua Umum Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Margiono mengastakan, polisi tidak mempidanakan wartawan khususnya yang karya-karya jurnalistiknya memenuhi standar.

"Ya kalau ada kasus terkait pemberitaan seperti itu PWI akan membela, tetapi apabila karya-karya jurnalistik tidak memenuhi standar kami tidak akan membelanya," katanya saat melantik pengurus PWI Cabang Surakarta di gedung Monumen Pers Nasional Surakarta, Jumat.

 

Untuk sekarang ini seseorang sangat mudah menjadi pimpinan redaksi di suatu media. Jadi kalau ada kasus-kasus seperti tersebut semestinya harus dilihat dulu tidak semuanya dinilai sama rata.

Untuk menghindari hal-hal yang tidak baik PWI berkewajiban meningkatkan keterampilan bidang jusrnalisme kepada para anggotanya, dan bila perlu diadakan pelatihan-pelatihan jusrnalistik, serta mensosialisasikan kode etik.

Hal ini sangat penting untuk membuat wartawan lebih profesional lagi. Melalui cara-cara ini nantinya diharapkan karya jurnalisnya bisa bermanfaat bagi bangsa negara dan masyarakat.

Untuk PWI Pusat yang bekerja sama dengan PWI Cabang dan instansi lainnya sekarang ini juga terus membuka sekolah jurnalistik di setiap provinsi.

Untuk tahun 2011 PWI akan membuka 15 sekolah jurnalis yang mendapat anggaran dari Kementerian Pendidikan Nasinal sebesar Rp1,5 miliar. Melalui program ini diharapkan bisa menghasilkan wartawan yang baik.

Walikota Surakarta Joko Widodo dalam sambutannya mengatakan PWI Cabang Surakarta yang pengurusnya sebagian besar generasi muda ini diharapkan bisa lebih maju dalam karya-karya jurnalistiknya dan bisa memberi manfaat bagi masyarakat.

Untuk pengurus PWI Cabang Surakarta periode 2010-2015 Ketua Subakti A Sidik, Wakil ketua Bidang Advokasi Anindito Adi Nugroho, Wakil Ketua Bidang Organisasi Suwarmin, Wakil Ketua Bidang Pendidikan Anas Syahirul, Wakil Ketua Bidang Kesra Ananto Priyanto.

Sekretaris Amir Tohari, Wakil Sekretaris 1 Anton Wahyu Prihartono, Wakil Sekretaris dua Bambang Sugeng. Bendahara Ninik Widyaningsih dan Wakil Bendahara Hesti Setyaningsih dan dilengkapi seksi-seksi lainnya. (*)