Sabtu, 23 November 2019

Adhyaksa Dault Jadi Tokoh Pemuda Terpopuler 2007

Persatuan Wartawan IndonesiaJakarta - Hasil polling Reform Institute memposisikan Menpora Adhyaksa Dault sebagai “Tokoh Pemuda Terpopuler 2007”. Popularitas Adhyaksa merupakan akibat logis dari kinerja yang ditebarkannya, selain gebrakan dan program kerja yang digeluti, dilakoni, dan ditekuninya melalui jabatan menteri yang sedang dipangkunya sekarang.

Adhyaksa dinilai oleh publik (responden polling Reform Institute), mampu menunjukkan kualitasnya di lingkungan birokrasi sebagai menteri yang mampu menggerakkan pembangunan kepemudaan dan keolahragaan di Indonesia.

Reform institute dalam penelitiannya menyebutkan Adhyaksa Dault sebagai salah seorang tokoh muda paling populer di Indonesia. Melalui jajak pendapat yang dilaksanakan secara nasional dari Januari hingga Februari 2008 terhadap 2.473 orang dengan margin error sekitar 2.01 dengan tingkat kepercayaan 95 persen

Sosok yang dikenal dekat dengan kalangan Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) itu mengungguli Muhaimin Iskandar, Pramono Anung, Baningrum, dan sederet nama tokoh muda lainnya.
 
"Tentunya senang bisa menjadi tokoh terpopuler. Tetapi, harus diingat, tidak ada orang yang bisa menjadi superman, tapi orang bisa membentuk super team. Jadi, kalau saya dianggap sukses dan populer, itu karena punya staf dan tim yang solid. Selain tentu dukungan media masa," ujarnya, sambil tersenyum.

Belum lama ini, Adhyaksa Dault juga membuat gebrakkan berupa mengusulkan kepada Departemen Keuangan (Depkeu), agar meninjau kembali bea masuk terhadap perlengkapan olahraga impor.

"Saya akan usulkan, karena selama ini peralatan olahraga dijadikan seperti barang mewah sehingga diberi pajak hampir tiga kali lipat dari harga di luar negeri," ujar Adhyaksa kepada wartawan di Jakarta, Kamis (30/10).

 Menurut menteri yang akrab dengan kalangan wartawan itu menilai, mahalnya peralatan olahraga, membuatnya kesulitan mencari olahragawan tangguh yang akan bisa mengangkat prestasi bangsa dan negara dalam mengibarkan Sang Merah Putih di event-event international.

Adhyaksa menambahkan, akibat mahalnya peralatan olahraga, saat ini hanya orang-orang tertentu terutama yang mampu saja yang menekuni cabang-cabang olahraga yang sebagian besar peralatannya harus impor dari luar negeri.

Lebih celaka lagi, hampir semua peralatan olahraga harus diimpor karena seluruh barang harus mengikuti standar internasional.

Adhyaksa mengakui, untuk membebaskan sama sekali peralatan olahraga memang sangat sulit, karena akan banyak spekulan yang memanfaatkannya hingga justru Indonesia mendapat kerugian karena akan masuk secara besar-besaran peralatan olahraga.

Namun, ia berharap, agar peralatan dan perlengkapan olahraga tidak terlalu tinggi seperti sekarang hingga hanya orang-orang tertentu saja yang dapat menikmati.

"Coba bayangkan, peralatan jetski untuk olahraga air sebenarnya harga setara dengan sepeda motor. Namun karena tingginya pajak, harga bisa melambung seperti kita membeli sebuah mobil sedan," katanya, seperti dikutip ANTARA News. (*)

 

                                                     Persatuan Wartawan Indonesia

                                     (Mennegpora Adhyaksa Dault bersama Presiden

                                       Susilo Bambang Yudhoyono mengapit petinju

                                                                  Chris John)