Rabu, 20 November 2019

Wartawan Sampang ke Polres Terkait Sengketa Pers

Sampang (ANTARA News) - Sejumlah wartawan di Kabupaten Sampang, Madura, Jawa Timur, Senin, mendatangi kantor Mapolres setempat, terkait kasus kriminalisasi tiga wartawan di Pamekasan saat meliput peristiwa kesurupan di Akbid Aifa Husada di wilayah itu.

Kedatangan para wartawan ke Mapolres Sampang ini sebagai bentuk keprihatinan atas kasus yang menimpa tiga rekan mereka di Pamekasan yang terjerat hukum saat melaksanakan tugas jusnalistik pada Sabtu 15 Januari lalu.

"Kedatangan kami ke Mapolres Sampang ini sebagai bentuk keprihatikan atas kasus yang menimpa teman kami di Pamekasan," kata juru bicara wartawan Sampang, Sally Nawali, Senin.

 

Sally menyatakan, dalam menjalankan tugas jusnalistik di lapangan, wartawan sebenarnya telah memiliki payung hukum tersendiri, yakni Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers.

Jika ada sengketa yang berkaitan dengan tugas-tugas jusnalistik, maka petugas aparat penegak hukum sebaiknya memperhatikan undang-undang tersebut.

"Yang terjadi di Pamekasan kan tidak seperti itu. Ada upaya polisi mengarahkan kasus sengketa ini dengan menggunakan KUHP, bukan undang-undang pers," katanya menuturkan.

Para wartawan Sampang ini meminta pihak kepolisian juga mendukung serta ikut mesosialisasikan terhadap penerapan undang-undang Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers, sehingga jika ada sengketa pers sebagaimana yang terjadi di Pamekasan maka penyelesaiannya dengan undang-undang tersebut.

"Oleh karena itu kami meminta polisi bisa bersikap profesional dalam menyelesaikan sengketa pers ini," katanya.

Kapolres Sampang AKBP Agus Santosa saat dialog dengan sejumlah wartawan Sampang berjanji, pihaknya akan membantu mensosialisasikan adanya undang-undang tentang Pers itu kepada masyarakat.

"Kami berjanji akan membantu mensosialisasikan kepada masyarakat, sehingga jika ada sengketa tetap mengacu kepada undang-undang ini," katanya.

Dalam kesempatan itu, wartawan Sampang dari berbagai media ini juga menyerahkan undang-undang Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers kepada Kapolres Sampang AKBP Agus Santosa.

Selain di Sampang, aksi solidaritas kriminalisasi pers yang menimpa wartawan Pamekasan ini sebelumnya juga dilakukan oleh wartawan Bangkalan dengan tuntutan yang sama. (*)