Jumat, 15 November 2019

PWI Harapkan Tidak Ada Gesekan dengan TNI

Medan  (ANTARA News) - Persatuan Wartawan Indonesia Perwakilan Siantar-Simalungun mengharapkan tidak ada gesekan antara pers dan TNI di lingkungan Komando Resor Militer 022/Pantai Timur, Kodam I Bukit Barisan.

Kepala Penerangan Korem 022/Pantai Timur Mayor CAJ Prinaldi menyatakan hal itu dalam siaran persnya yang diterima ANTARA  News di Medan, Kamis.

 

Mayor Prinaldi mengatakan, harapan itu terungkap dalam pertemuan silaturahim antara Persatuan Wartawan Indonesia  (PWI) Perwakilan Siantar-Simalungun dan Komandan Korem 022/PT Kolonel Inf Karsiyanto Ruang Transit Makorem di Siantar, Kamis.

Ketua PWI Perwakilan Siantar-Simalungun Sunardinsyah mengatakan bahwa dinamika dan kesalahpahaman di lapangan menyebabkan adanya kemungkinan gesekan antara wartawan dan TNI.

Karena itu, pihaknya ingin menjalin kemitraan yang harmonis dengan TNI di wilayah Siantar dan Simalungun khususnya Korem 022/Pantai Timur agar emungkinan tersebut dapat diminimalisir.

Sunardinsyah menegaskan, pihaknya akan bertangung jawab terhadap kalangan wartawan yang menjalankan profesinya sesuai dengan kode etik jurnalistik yang berlaku.

Namun, tanggung jawab itu tidak akan berlaku jika kesalahan tersebut di luar profesi kewartawanan atau menyalahi kode etik jurnalistik yang disepakati.

Komandan Korem 022/Pantai Timur Kolonel Inf Karsiyanto menyambut baik silaturahim PWI itu karena mengakui saling membutuhkan dalam menunjang kinerja masing-masing.

Kolonel Inf Karsiyanto mengharapkan kalangan wartawan khususnya yang tergabung dalam PWI dapat membantu Korem 022/Pantai Timur yang memiliki wilayah yang sangat luas.

Apalagi jika dikaitkan dengan pemberlakuan UU Nomor 14 Tahun 2008 tentang Keterbukaan Informasi Publik yang membutuhkan peranan kalangan wartawan.

Pihaknya mengakui bahwa peranan wartawan juga turut memberikan andil dalam eksistensi dan kemajuan Korem 022/Pantai Timur.

Namun, Kolonel Inf Karsiyanto juga mengharapkan PWI dapat menyosialisasikan kepada kalangan pers di daerah itu untuk menegakkan kode etik wartawan, UU Pers dan ketentuan lain dalam dunia jurnalistik.

Sementara itu, Kepala Staf Korem 022/Pantai Timur Letkol Inf Ahmad Dimyati mengharapkan kalangan wartawan menerapkan asas keberimbangan, khususnya dalam pemberitaan yang terkait perilaku prajurit atau kinerja TNI.

"Pemberitaannya haruslah berimbang, jangan bersifat memfonis, apalagi membentuk opini yang dapat merugikan, termasuk pemberitaan yang menyangkut prajurit TNI yang bersifat negatif agar dikonfirmasikan terlebih dahulu," katanya.

Letkol Inf Ahmad Dimyati juga menyarankan kalangan wartawan untuk memanfaatkan dan menjalin koordinasi dengan unsur Komunitas Intelijen Daerah (Kominda) di Siantar dan Simalungun. (*)