Rabu, 18 September 2019

Tiga Wartawan Pamekasan Dipolisikan

Pamekasan (ANTARA News) - Tiga wartawan dilaporkan polisi oleh Akademi Kebidanan (Akbid) Aifa Husana Pamekasan, Madura, Jawa Timur, menyusul terjadinya kericuhan antara pihak kampus dengan para wartawan saat liputan kesurupan di kampus itu.

Ketiga wartawan yang dilaporkan ke polisi ini masing-masing wartawan Jawa Pos Group (Radar Madura), Nadi Mulyadi, reporter JTV Madura Ahmad Baihaki dan kontributor RCTI Dedy Priyanto.

"Saat ini kami sedang menjalani pemeriksaan di Mapolres Pamekasan terkait laporan dari pihak Akbid Aifa Husada ini," kata Ahmad Baihagi di sela-sela acara pemeriksaan.

Dari delapan orang wartawan ini, hanya tiga orang yang dilaporkan pihak Akbid Aifa Husada dengan alasan masuk pekarangan lembaga tanpa izin.

Ketiga wartawan ini dilaporkan Ketua Yayasan Aifa Husada ke Mapolres Pamekasan itu, karena dinilai melakukan tindakan pelanggaran hukum saat meliput kesurupan mahasiswa di lembaga tersebut.

Ketika itu, ada delapan orang wartawan Pamekasan terdiri atas wartawan cetak dan elektronik. Masing-masing, wartawan Radar Madura Nadi Mulyadi, kontributor RCTI Dedy Priyanto, reporter JTV Madura Ahmad Baihaki, Andree Hafid (RRI), Supriyadi (TV-One), M Lutfi (Radio Madura FM, Ahmad Fauzi (Radio Karimata FM) dan Harisandi Safara (Berita Jatim Online).

"Kami tidak mengerti juga alasan pihak Aifa Husada mengapa hanya tiga orang. Padahal delapan orang semua masuk secara bersama-sama ketika itu," kata kontributor RCTI Dedy Priyanto.

Wartawan ANTARA di Pamekasan melaporkan saat pemeriksaan terhadap tiga orang wartawan oleh tim penyidik sedang berlangsung di ruang Kanit Idik III Polres Pamekasan.

Selain wartawan seorang intel Polres bernama Andi Galib juga dilaporkan oleh pihak Akbid Aifa Husada dengan alasan yang sama. (*)