Rabu, 20 November 2019

Kanim Dumai Minta Kritik Wartawan

Dumai (ANTARA News) - Kepala Kantor Imigrasi Dumai, Riau, Icon Siregar, meminta seluruh wartawan, khususnya yang berada di wilayah kerja pesisir Sumatera, terus mengkritik kinerja keimigrasian untuk pelayanan yang lebih baik menuju masa depan.

"Kritik wartawan adalah masukan bagi Kanim Dumai dan sejumlah Kanim lainnya untuk ke depannya lebih baik. Untuk itu, teruslah menjadi sang kritisi yang senantiasa menjaga keakuratan berita dan independen sehingga mencerdaskan bangsa dan masyarakat," kata Icon di ruang kerjanya, Rabu.

 

Icon berpandangan, berbagai kasus atau permasalahan yang terjadi di keimigrasian Indonesia seperti pada kasus Gayus Halomoan Tambunan bukanlah perbuatan atau kesalahan sebuah instansi, melainkan oknum yang ingin memanfaatkan situasi.

"Kendati demikian, wartawan sebagai perpanjangtanganan sebuah informasi sebaiknya terus melakukan pengawalan atas kasus tersebut," terangnya.

Menurut Icon, peran wartawan sangat besar dalam memberi masukan terhadap dirinya selaku Kepala Kanim Dumai yang saat ini telah menjadi salah satu Kanim terbaik di Indonesia.

"Keberhasilan ini tidak lah semata-mata karena saya atau orang-orang dilingkup keimigrasian Dumai, namun juga berkat adanya kritikan dari teman-teman pers," tuturnya.

Kanim Dumai saat ini memiki berbagai fasilitas yang menurut Icon jarang atau tidak dimiliki oleh sejumlah Kanim lainnya di Indonesia.

Dari penelusuran ANTARA, saat ini Kanim Dumai memiliki berbagai fasilitas kenyamanan seperti ruang menyusui bagi ibu, ruang tunggu bagi tua jompo, ruang khusus bagi pria dan wanita perokok, serta tempat beribadah. Semua ruangan ini dilengkapi dengan alat pendingin modern.

Sementara dalam proses pengerjaan paspor, Kanim Dumai bekerjasama dengan Kantor Pos sebagai perpanjangan tangan bagi calon pembuat paspor yang tinggal di pulau terluar seperti Rupat dan Bengkalis.

Layanan pembuatan paspor via pos ini sudah berjalan sejak pertengahan tahun 2010 lalu dan terbukti banyak dimitati oleh masyarakat pulau terluar.

Untuk mengantisipasi kemungkinan-kemungkinan terjadinya pelanggaran dan pemanfaatan yang dilakukan oleh oknum, Kanim Dumai mewajibkan calon pemilik paspor datang langsung tanpa perantara saat proses wawancara dan penandatanganan paspor. (*)