Rabu, 18 September 2019

Aduan ke Dewan Pers Terkait Kesalahan Wartawan

H. Margiono
 
Makassar (ANTARA News) - Sebagian besar pengaduan dari masyarakat kepada Dewan Pers berkaitan dengan pemberitaan dikarenakan oleh kesalahan dari wartawan, kata Ketua Umum Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Pusat, Margiono.

"Dari 100 aduan yang diterima oleh Dewan Pers, 90 persen diantaranya dikarenakan oleh kesalahan wartawan saat melakukan peliputan," kata Margiono, yang juga anggota Dewan Pers, saat memberikan sambutan dalam pelantikan pengurus PWI cabang Sulawesi Selatan, di Makassar, Rabu.

 

Ditegaskannya, setelah dilakukan pangkajian atas karya yang dihasilkan oleh wartawan tersebut, ternyata banyak diperoleh kesalahan dalam pemberitaan.

Pada dasarnya, kata dia, terdapat dua kesalahan wartawan dalam melaksanakan tugas peliputan, yaitu dalam hal pemberitaan dan juga perilaku.

Berkaitan dengan kesalahan pemberitaan, menurut dia, terdapat sejumlah berita yang tidak berimbang dan juga tidak dilengkapi dengan data yang akurat.

 "Sedangkan berkaitan dengan perilaku, banyak masyarakat yang mengeluhkan perilaku wartawan, khususnya wartawan di daerah yang justru menggunakan profesinya tersebut sebagai sarana untuk memeras," imbuhnya.

Ia mengaskan, bahwa secara institusi, PWI tidak akan pernah melakukan pembelaan terhadap wartawan yang melakukan pemerasan dengan mengatasnamakan kerja-kerja jurnalistik.

Tidak hanya itu, ia juga tidak akan mentolerir wartawan-wartawan yang menyebarkarkan berita bohong yang hanya menimbulkan polemik di masyarakat.

"Hal-hal seperti itu, bukanlah kerja-kerja jurnalistik seperti yang diamanatkan dalam Undang-Undang Pers," ucapnya.

Ia juga berharap agar masyarakat bisa melakukan perlawanan yang maksimal jika menemukan wartawan yang melakukan pemerasan dan juga membuat berita bohong dan bahkan bisa melaporkannya kepada pihak berwajib.

Hal ini, kata dia, sekaligus merupakan bentuk pembelajaran untuk semakin menyehatkan para pekerja jurnalistik di Indonesia.  (*)