Kamis, 19 September 2019

99 Pengacara Bela Wartawan Lawan Anggota DPRD

Pekanbaru  (ANTARA News) - Sedikit-dikitnya 99 orang pengacara di Kota Pekanbaru siap menjadi tim advokasi membela wartawan yang mengalami pelecehan profesi oleh seorang anggota DPRD Kota Pekanbaru dengan menunjukkan pantat kepada dua jurnalis ketika liputan.

"Sebanyak 99 pengacara menyatakan diri siap memberi bantuan hukum kepada dua wartawan untuk melawan seorang kader Golkar di DPRD Pekanbaru Yose Saputra," ujar Ketua Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Riau Dheni Kurnia di Pekanbaru, Senin.

 

Dukungan pengacara yang tergabung dalam Solidaritas Advokat Riau Bantuan Hukum Kepada Wartawan itu ditandai dengan penandatanganan surat kuasa pembelaan terhadap dua wartawan lokal yakni Zulfikri dan Nur Azizah dihadapan pengurus PWI Riau, Minggu, (5/9) malam.

Pelecehan profesi dengan memperlihatkan pantat itu sedang ditangani Polresta Pekanbaru menyusul laporan kedua wartawan yang merasa dilecehkan pada Kamis, 12 Agustus 2010 di lingkungan Kantor DPRD Kota Pekanbaru ketika sedang bertugas.

Menurut Dheni, bantuan hukum gratis yang diberikan puluhan pengacara mulai dari proses hukum di kepolisian hingga ketukan palu hakim dalam kasus pidana dan perdata di pengadilan itu, merupakan sebagai bentuk solidaritas.

Dengan mencuatnya kasus pelecehan terhadap profesi wartawan itu, maka diharapkan bisa menjadi terapi kejut sekaligus membawa dampak positif bagi perkembangan dunia pers di Riau khususnya dalam hal transparansi informasi sebagai tuntutan dari demokrasi.

"Ke depan kita berharap tidak ada lagi pelecehan-pelecehan kepada wartawan ketika menjalankan tugas jurnalistik, begitu juga dengan keterbukaan informasi yang harus tetap dijunjung karena tunturan demokrasi," jelasnya.

Koordinator Solidaritas Advokat Riau Syam Daeng Rani SH, menyatakan, pihak segera membentuk tim yang terbagi dalam empat bagian dan nantinya akan bertugas untuk mengkaji lebih dalam kasus pelecehan profesi itu.

Dengan pelecehan itu, sedikitnya terdapat dua undang-undang (UU) yang dinilai telah dilanggar oleh anggota dewan tersebut yakni UU Nomor 40 tahun 1999 tentang Pers dan UU Nomor 44 tahun 2008 tentang Pornografi yang bakal dibawa ke ranah pidana serta perdata.

"Kalau untuk pidana segera kami sampaikan ke pihak Polresta, sedangkan untuk gugatan perdata akan dilakukan selepas lebaran," jelasnya.

Peristiwa pelecehan dua wartawan itu bermula ketika keduanya yang sehari-hari meliput di lingkungan Gedung DPRD Kota Pekanbaru hendak bertemu unsur pimpinan DPRD namun mereka bertemu dengan Yose Saputra yang memanggil dan bertanya kepada mereka.

Kemudian dalam bahasa minang wakil rakyat itu sempat berujar, "Ini pantat saya, kalian foto dulu. Nanti masukkan ke koran kalian di halaman depan dengan besar-besar ya," kata Zulfikri menirukan perkataan Yose beberapa waktu lalu. (*)