Rabu, 20 November 2019

Wina Armada: Wartawan Dituntut Sadar Norma

 
MEDAN - Anggota Dewan Pers Wina Armada Sukardi mengatakan, wartawan dalam melaksanakan tugas dan fungsinya sangat dituntut menyadari norma-norma etik dan ketentuan hukum.

“Tanpa menyadari norma-norma itu, sebaiknya tidak usah menjadi wartawan,” tegas Wina Armada pada Safari Jurnalistik Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Pusat Sesi IV dengan tuan rumah PWI Cabang Sumut di Hotel Garuda Plaza, Medan, Rabu (28/7).
  
Persatuan Wartawan Indonesia
Safari Jurnalistik tersebut diselenggarakan PWI Pusat untuk meningkatkan kompetensi Anggota PWI. Selain Wina Armada Sukardi tampil sebagai pembicara Sekretaris PWI Pusat Hendry Ch Bangun beserta pengurus lainnya masing-masing Priyambodo RH dan Marah Sakti Siregar. Sedangkan pembicara tamu menghadirkan Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Sumatera Utara Dr Candra Syafei SpOG dan Brata T dari PT Nestle.

Hadir saat itu Ketua PWI Cabang Sumut Drs Muhammad Syahrir berikut jajaran unsur pengurus diantaranya HA Muchyan AA, Drs Hendra DS, Drs Khairul Muslim, Martohap Simarsoit, Rizal Rudi Surya, Edward Thahir, Agus S Lubis, Manapar VT Manullang, H Baharuddin, Nurhalim Tanjung, Mayjen Simanungkalit, Zul Anwar Ali Marbun, Jalaluddin, Hartati Rangkuti, Erwan Effendi, Evalisa Siregar, HM Suyono dan Syukrun Fahri.

Lebih lanjut Wina Armada Sukardi mengatakan, kesadaran terhadap norma-norma etik dan ketentuan hukum sangat penting dalam profesi kewartawanan, sehingga setiap langkah wartawan termasuk dalam mengambil keputusan untuk menulis atau menyiarkan masalah atau peristiwa, akan selalu dilandasi pertimbangan yang matang.

“Wartawan yang menyiarkan informasi tanpa arah berarti gagal menjalankan fungsinya untuk menyebarkan kebenaran suatu masalah atau peristiwa. Juga dapat berakibat rentan terhadap kesalahan dan dapat memunculkan konflik yang pada akhirnya menyebabkan kerja jurnalistik yang buruk,” paparnya.

Untuk menghindari hal itu, kata Wina, wartawan wajib memiliki integritas, tegas dalam prinsip, kuat dalam nilai, memegang teguh kode etik jurnalistik sebagai landasan moral, memahami dan menguasai aturan hukum, berani dalam keyakinan, independen, menghargai perbedaan dan bertanggungjawab.

Sementara Ketua Bidang Multimedia PWI Pusat Priyambodo RH dengan topik “Menjadi Wartawan Multimedia Massa” juga mengetengahkan tentang pentingnya menegakkan norma etik dan aturan hukum. Kebebasan menghadirkan media online atau konten digital di internet tidak serta-merta bebas nilai, karena terhadap pengelola maupun pengguna tetap dapat dikenakan tuntutan hukum sesuai ketentuan UU ITE.

Sebelumnya, Ketua PWI Pusat H Margiono diwakili Sekretaris Hendry Ch Bangun ketika membuka kegiatan menyampaikan apresiasi yang tinggi kepada PWI Cabang Sumut yang bersedia menjadi tuan rumah Safari Jurnalistik Sesi IV PWI Pusat 2010. Dia mengakui, energitas yang dimiliki Pengurus PWI Cabang Sumut masa bakti 2010-2015 cukup tinggi dan perlu terus dipertahankan.

Pada kesempatan tersebut, Ketua PWI Cabang Sumut Drs Muhammad Syahrir juga menyatakan kesiapan pihaknya untuk menjadi tuan rumah berbagai event lainnya. Bahkan tahun depan, direncanakan PWI Cabang Sumut akan menjadi tuan rumah turnamen Liga Futsal Wartawan se Sumatera memperebutkan Piala Gubsu.

Dalam gambar, anggota Dewan Pers Wina Armada Sukardi saat tampil sebagai pembicara pada Safari Jurnalistik PWI Pusat Sesi IV dengan tuan rumah PWI Cabang Sumut di Hotel Garuda Plaza Medan.  (rel)