Minggu, 25 Agustus 2019

Awang Farouk Minta Maaf ke Wartawan

Samarinda  (ANTARA News) - Gubernur Kalimantan Timur, Awang Faroek Ishak, akhirnya meminta maaf kepada wartawan,  terkait sikapnya yang sempat tidak ingin menjawab pertanyaan salah seorang wartawan media lokal menyangkut uang Rp72 miliar yang ditanamkan di Bank IFI bagian dari penjualan saham PT. KPC milik PT. Kutai Timur Energi (PT.KTE).

Ia melakukan penolakkan itu usai menemui pengunjuk rasa yang menggelar demo di depan kantor Gubernur Kaltim. "Saya tidak ingin menjawab pertanyaan kamu" kata Awang Faroek Ishak kepada wartawan media lokal tersebut.

Bahkan,  mantan Bupati Kutai Timur yang telah ditetapkan tersangka oleh Kejaksaan Agung dalam kasus dugaan korupsi penjualan saham lima persen milik PT. KTE itu sempat menuding wartawan media lokal itu telah mengadu dia dengan Achmad Amins (Wali Kota Samarinda).

"Saya sudah meminta maaf kepada Faruk  dan kepada semua wartawan. Saat itu saya sedang emosi sehingga terjadi kesalahfahaman tersebut," ujar Gubernur Kaltim itu saat menggelar jumpa pers dengan sejumlah wartawan, baik cetak maupun elektronik, Kamis siang. Faruk yang dimaksudnya adalah salah seorang wartawan media setempat.

Ditanya terkait sikap salah seorang pegawai negeri sipil (PNS)  yang sempat mengejek dan menghina wartawan, Awang Faroek Ishak mengaku tidak mengetahui hal itu.

Sementara itu, Kepala Biro Hubungan Masyarakat (Humas) Sekretariat Provnsi Kaltim, Mochammad Djaelani, usai pertemuan antara wartawan dan Awang Faroek Ishak juga meminta agar masalah tersebut tidak terlalu dibesar-besarkan.

"Saya memahami bagaimana pekerjaan seorang wartawan sehingga saya berharap teman-teman dapat mamaklumi kondisi pak Gubernur.Mungkin, saat itu beliau lagi emosi sehingga terjadi kesalahfahaman itu," ujar Mochammad Djaelani. (*)