Senin, 20 Januari 2020

Wartawan Desak Kapolda Papua Usut Kasus Korupsi

Jayapura (ANTARA News) - Para watawan yang tergabung dalam Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) cabang Papua dan Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Jayapura mendesak Kepala Kepolisian Daerah (Kapolda) Papua agar  mengusut tuntas berbagai kasus korupsi di provinsi paling timur Indonesia ini.

Permintaan tersebut disampaikan ketika Polda Papua menggelar acara "minum kopi pagi" bersama para wartawan di Markas Polda Papua, Jayapura, Selasa (6/7).

Pimpinan Redaksi Majalah Mingguan "Foja" , Drs Yohanis Koroh mengatakan banyak kasus yang sudah diangkat para wartawan di media masing-masing tetapi tidak ada tindak lanjut yang serius malah  terkesan didiamkan.

"Banyak kasus korupsi yang terbit di media tetapi tidak ada tindak lanjutnya oleh polisi," ujarnya.

Kondisi ini akan menurunkan rasa kepercayaan masyarakat kepada pihak Kepolisian.

Yohanis berharap agar kepolisian dan media menjadi mitra, dan bersama-sama prosfesional dalam bekerja.

Sementara itu Lucky N Ireuw dari Harian Cenderawasih Pos menanyakan sejauh mana penanganan kasus korupsi yang dilaporkan oleh Papua Corruption Watch (PCW).

Menjawab pertanyaan yang dilontarkan oleh sejumlah media, Kepala Kepolisian Daerah Papua Irjen Pol Bekto Suprapto menjawab secara  arif yakni kasus korupsi yang masuk dan dilaporkan oleh masyarakat ataupun organisasi kemasyarakatan seperti PCW telah di terima dan terus dipelajari secara cermat.

"Saat ini kami sedang memproses kasus-kasus korupsi tersebut dan ada yang telah masuk dalam proses penyidikan dan penyelidikan," kata Bekto.

Bekto mengakui bahwa dalam penanganan kasus korupsi, dana yang diperuntukkan bagi Polda Papua hanya sebesar Rp300 juta, dengan 16 orang penyidik.

"Dana yang kurang dengan personil yang kurang pula membuat polisi mengalami kesulitan dalam bekerja.Hal ini yang membuat polisi bekerja ekstra keras," katanya.

"Kami tetap akan mengusut tuntas laporan  dan masukan dari masyarakat," tambah Bekto.

Pada akhir acara tersebut Bekto juga meminta kepada wartawan untuk memberikan saran dan masukan kepada Polda Papua demi peningkatan kinerja
jajarannya dalam menuntaskan kasus korupsi yang terjadi di Papua termasuk kasus lainnya juga.

"Saya membuka diri untuk dikritik dan menerima masukan dari rekan-rekan wartawan demi kebaikan kita bersama," kata Kapolda Irjen Pol Bekto Suprapto. (*)