Minggu, 15 Desember 2019

Wartawan Mamuju Galang Solidaritas untuk Korban Gempa Matra

Mamuju  (ANTARA News)- Sejumlah wartawan dan mahasiswa di Kabupaten Mamuju Provinsi Sulawesi Barat  melakukan aksi turun kejalan untuk bersolidaritas kepada korban gempa berkekuatan 5,3 skala richter di Kabupaten Mamuju Utara  dengan cara mengumpulkan sumbangan.

Wartawan yang tergabung dalam forum jurnalis sulbar (Forjus) dan kerukunan keluarga wartawan sulawesi barat (KKWSB) serta sejumlah mahasiswa yang tergabung dalam front perjuangan pemuda indonesia (FPPI) yang jumlahnya puluhan tampak mengumpulkan sumbangan kepada setiap warga yang melintas di Jalan Urip Sumoharjo di Mamuju, Sabtu.

Para wartawan dan mahasiswa melakukan aksi tersebut sebagai bentuk solidaritas mereka kepada korban gempa Matra sekaligus menyentuh nurani masyarakat yang ada di Kota Mamuju agar memberikan perhatian dengan memberikan bantuan kepada korban gempa Matra yang sangat membutuhkan bantuan.

"Bencana gempa di Kabupaten Matra, adalah keprihatinan kita semua, mereka yang menjadi korban saat ini sangat membutuhkan uluran tangan dan bantuan dari masyarakat serta dermawan lainnya,"kata Amrin salah seorang wartawan aktivis Forjus.

Ia mengatakan, para warga yang menjadi korban gempa di Kabupaten Matra sangat membutuhkan bantuan karena mereka telah kehilangan harta benda yang berharga maupun tempat tinggal, aktivitas mereka saat ini tidak berlansung normal setelah bencana gempa sehingga butuh ditolong dengan memberi bantuan.

Oleh karena itu ia meminta kepada segenap masyarakat Mamuju maupun masyarakat lainnya yang ada di wilayah Provinsi Sulbar agar memberikan bantuan kepada mereka dalam bentuk moril dan materil agar beban penderitaan mereka selama ini dapat sedikit berkurang.

"Siapa lagi yang dapat membantu mereka kalau bukan kita semua sehingga semua pihak masyarakat dan pemerintah harus memberikan bantuan kepada korban gempa di Kabupaten Matra, sebagai wujud rasa kemanusiaan dan kepedulian kita terhadap sesama, termasuk juga wartawan,"katanya.

Gempa di Matra merusak sekitar 100 unit yakni 15 unit rumah hancur total, 85 unit rusak ringan. sekitar 185 unit serta bangunan lainnya yakni tiga bangunan sekolah, satu mushalla, dua unit kantor desa, satu unit kantor badan perwakilan desa (BPD), kantor Polsek Kecamatan Baras.

Selain itu mengakibatkan satu korban tewas dalam peristiwa itu, yakni Awal. Dia menjadi korban karena ertimbun longsor saat menambang pasir setelah gempa terjadi dan empat korban lainnya, hingga sekarang dalam kondisi kritis dan telah dirujuk ke Rumah Sakit Dr. Wahidin Sudirohusodo Makassar, Sulawesi Selatan, untuk mendapatkan perawatan intensif.

Kemudian sekitar 130 korban lainnya dalam kondisi luka-luka. Mereka dirawat di lokasi gempa oleh tim medis Pemkab Mamuju Utara. (*)