Senin, 20 Januari 2020

Wartawan Harus Banyak Mendengar

Bandarlampung (ANTARA News) - Ketua Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Pusat, Margiono, mengatakan wartawan harus banyak mendengar agar pemberitaan yang dibuat tidak salah.

"Selain pandai menulis, wartawan harus pula banyak mendengarkan perkataan dari narasumber, sehingga berita yang disampaikan ke publik tidak salah," katanya pada acara peringatan Hari Pers Nasional (HPN) 2010  tingkat Provinsi Lampung dan HUT ke-64 PWI, di Bandarlampung, Kamis.

Ia menyebutkan, banyak wartawan saat melakukan wawancara enggan untuk mendengarkan perkataan narasumber hingga selesai, akibatnya berita yang disampaikan pun tidak terakomodasi semuanya dalam tulisan.

Selain itu, kata dia, wartawan jarang sekali mencermati perkataan narasumber yang mempunyai otoritas formal, sehingga apa yang disampaikan ke publik pun tidak sampai ke publik.

"Meski pandai menulis, kelemahan wartawan kurang mendengarkan perkataan narasumber hingga tuntas," ujar dia.

Sementara, Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Cabang Lampung memberikan penghargaan Tjindarboemi kepada empat tokoh daerah setempat yang berjasa di bidangnya masing-masing.

Keempatnya yaitu Gubernur Lampung Sjachroedin ZP, Ketua STAIN Metro, Prof. Syarifudin Basyar, Ketua PKK Lampung Selatan, Ririn Kuswantari, dan aktivis perempuan pemberdaya masyarakat di Pulau Pahawang, Yulianti.

Penghargaan Tjindarboemi diberikan kepada tokoh atau sosok karena jasa-jasanya, kepeloporan, prestasi yang menginspirasi serta masih aktif pada bidangnya.

Selain itu, PWI Cabang Lampung juga memberikan penghargaan Solfian Akhmad kepada Bambang Eka Wijaya (Lampung Post), wartawan senior yang hingga kini masih aktif menulis.

Penghargaan itu diserahkan langsung oleh Ketua PWI Cabang Lampung Supriyadi Alfian.

Bambang Eka Wijaya juga menerima kartu pers utama (Press Card Number One) dari PWI Pusat, yang diserahkan oleh Ketua PWI Pusat Margiono. (*)