Jumat, 28 November 2014

Wartawan Samarinda Dapat Pelatihan Statistik

Samarinda  (ANTARA News) - Badan Statistik Statistik (BPS) Kalimantan Timur menggelar pelatihan  statistik melibatkan 50 wartawan di Samarinda selama dua hari, yakni tanggal 21 dan 22 April 2010 yang bertujuan untuk menambah pemahaman insan pers dalam membaca data.

"Wartawan merupakan mitra BPS, melalui tulisan wartawan, maka informasi yang dipotret BPS bisa disebarkan hingga ke masyarakat luas. Namun, jika wartawan salah membaca data maka informasi yang akan disampaikan juga akan keliru," kata Achmad Zaini, Ketua Panitia Kegiatan sekaligus Kepala Bidang IPDS-BPS Kaltim, Rabu.

Dikatakannya bahwa antara wartawan dan BPS memiliki tugas yang sama, yakni sama-sama memotret kejadian. Hanya yang membedakan adalah yang dipotret wartawan masih skala mikro, sementara yang dipotret BPS adalah kejadian yang bersifat makro.

Terkait dengan pelatihan ini, lanjutnya, BPS ingin agar semakin adanya kerjasama yang lebih baik dengan wartawan, pasalnya keberadaan wartawan dibutuhkan BPS untuk menyebar luaskan data-data atau fakta yang ditemukan pihaknya di lapangan.

Tanpa adanya media, kata Zaini, maka berbagai informasi penting yang telah didapat BPS tidak akan bisa ditangkap masyarakat. Jika masyarakat tidak bisa mengetahui informasi penting terutama menyangkut data, tentunya masyarakat tidak akan bisa cerdas.

Menurut dia, data merupakan indikator pembangunan, sementara wartawan dalam menulis berita juga diperlukan data agar informasi yang disampaikan bisa lebih kuat. Terkait dengan itu, maka pihaknya mengadakan pelatihan untuk wartawan, agar wartawan bisa membaca data dengan mudah.

Dikatakannya, 50 wartawan di Samarinda yang mendapat pelatihan itu merupakan wartawan dari media cetak dan elektronik, baik lokal maupun nasional. Untuk media lokal seperti Kaltim Post, Tribun Kaltim, Radio Antara, vivaborneo.com, dan sejumlah media lainnya.

Wartawaan perwakilan media nasional yang diundang mengikuti pelatihan itu antara lain, LKBN ANTARA, Tempo, Jurnal Nasional, Kompas, Radio Elsinta, dan sejumlah media lainnya.

Sementara itu, Ketua PWI Kaltim, Maturidi, mengatakan menyambut baik inisiatif BPS Kaltim dalam upaya meningkatkan mutu penulisan wartawan melalui pelatihan statistik, pasalnya masih ada sejumlah wartawan yang kurang bisa membaca data, termasuk istilah-istilah teknis yang digunakan BPS.

"Cara kerja BPS dan wartawan memang hampir sama namun ada yang bisa dikerjakan wartawan tidak bisa dikerjakan BPS, begitu pula sebaliknya. Dengan adanya pelatihan ini kami harapkan kemampuan teknis wartawan meningkat, baik dari aspek jurnalistik maupun aspek ilmiah," kata Maturidi. (*)