Minggu, 25 Agustus 2019

Anugerah ADINEGORO 2009 Berhadiah Rp250 Juta

Jakarta (PWI News) - Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Pusat menyambut Hari Pers Nasional (HPN) pada 9 Februari 2010 mengadakan lomba penulisan dan fotografi bidang jurnalistik bertema “Kemanusiaan" dan "Demokrasi” yang terbuka bagi seluruh wartawan Warga Negara Indonesia (WNI), serta tajuk media massa berhadiah total Rp250 juta.

Anugerah Jurnalistik ADINEGORO merupakan penghargaan tertinggi yang diberikan Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) atas karya jurnalistik di bidang pembangunan nasional yang penyerahannya dikaitkan dengan Hari Pers Nasional (HPN) pada 9 Februari.


Kategori anugerah yang dilombakan dan masing-masing berhadiah senilai Rp50 juta adalah

1. Anugerah Jurnalistik ADINEGORO 2009 untuk karya tulis jurnalistik tema KEMANUSIAAN.
2. Anugerah Jurnalistik ADINEGORO 2009 untuk karya tulis jurnalistik tema DEMOKRASI.
3. Anugerah Jurnalistik ADINEGORO 2009 untuk karya foto jurnalistik tema KEMANUSIAAN.
4. Anugerah Jurnalistik ADINEGORO 2009 untuk karya foto jurnalistik tema DEMOKRASI.
5. Anugerah Jurnalistik ADINEGORO 2009 untuk karya tulis tajuk media massa.

Lomba penulisan dan foto ini bertujuan meningkatkan rasa kemanusiaan, kebersamaan, dan kepedulian di semua lini kehidupan sosial. Selain itu, Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) ingin meningkatkan solidaritas insan pers dan masyarakat melalui bidang penulisan dan foto  jurnalistik.

Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) yang menjadi organisasi profesi pers tertua di Indonesia –didirikan di Solo, Jawa Tengah, oleh para penggerak perjuangan kemerdekaan pers nasional pada 9 Februari 1946--- dan memayungi sekira 14.000 wartawan nasional senantiasa berupaya menegakkan kemerdekaan pers dan mengembangkan fungsi institusi pers sebagai pemberi informasi, pendidik, menghibur dan pengontrol kehidupan sosial.

Oleh karena itu, Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) juga mengemban peran pers pembangunan bagi masyarakat Indonesia, agar lebih cerdas mendapatkan data, fakta dan nara sumber, kemudian mengolahnya menjadi berita tercepat, terakurat dan terlengkap, agar tidak sekadar menjadi penonton di tengah kemajuan dan perubahan zaman. Hal ini sudah dicita-citakan oleh ADINEGORO, salah seorang tokoh pembangunan pers nasional.

 

 Djamaluddin ADINEGORO lebih dikenal dengan nama ADINEGORO, ketimbang Djamaluddin Gelar Datuk Maradjo Sutan yang diberikan ayahnya, adalah tokoh yang tidak dapat dipisahkan dari perjalanan pers nasional.

Tokoh pers nasional yang dilahirkan di Talawi, Sumatera Barat, pada 14 Agustus 1904 dan wafat di Jakarta 8 Januari 1967 itu, mengeyam pendidikan kewartawanan di Munchen (Jerman) dan Amsterdam (Belanda) sebelum kembali ke tanah air tahun 1931 untuk menjadi Pemimpin Redaksi Panji Poestaka untuk kemudian memimpin surat kabar Pewarta Deli.

Pada 1948 ia bersama-sama dengan Profesor Dr. Mr. Soepomo, Ir. Pangeran Moehammad Noer, Soekardjo Wirjopranoto, Mr. Gusti Majur dan Mr. Jusuf Wibisono menerbitkan majalah Mimbar Indonesia, yang merupakan majalah perjuangan yang bermutu pada saat itu.

Tokoh ini pula yang mendirikan Perguruan Tinggi Publisistik dan Fakultas Publisistik & Jurnalistik Universitas Pajajaran Bandung. Tahun 1951 ia mengambil-alih pimpinan bekas kantor berita Belanda Aneta yang namanya diganti Pers Biro Inonesia Aneta (PIA). PIA akhirnya digabung ke Kantor Berita Antara oleh Presiden Soekarno pada 1962.

Namanya juga diabadikan dalam Yayasan Pendidikan Multimedia ADINEGORO yang menaungi Lembaga
Pers Dr. Soetomo (LPDS) sebagai satu institusi yang mengabdi untuk membangun/meningkatkan
kualitas sumber daya manusia Indonesia di bidang jurnalistik.

Astrid B.S. Soerjo, putri bungsu Adinegoro, mengharapkan Anugerah Jurnalistik ADINEGORO  menjadi peluang bagi seluruh wartawan Indonesia untuk berkompetisi membuat laporan jurnalistik yang bermanfaat bagi bangsa dan negara.

Direktur Konfederasi Wartawan ASEAN (CAJ) PWI Pusat itu menyatakan, "Ini menjadi peluang pula bagi wartawan di daerah, mulai dari Papua hingga Aceh."

Astrid, yang alumni Lembaga Ketahanan Nasional (Lemhannas), juga berharap bahwa wartawan Indonesia selalu memacu kreativitasnya dalam menjalankan tugas jurnalistiknya, seperti yang dicita-citakan Adinegoro semasa hidupnya.

"Sudah waktunya pula para wartawan bisa mengembangkan jurnalisme sastrawi yang dapat diterima masyarakat. Sekarang ini kan kecenderungan pemberitaan terkesan serba instan," ujarnya menambahkan.

Komentar video streaming Astrid B. Soerjo dapat diakses di http://www.youtube.com/watch?v=UppMvXQtqRM
 

PERSYARATAN LOMBA KARYA TULIS JURNALISTIK
 
Lomba penulisan bidang jurnalistik memiliki persyaratan umum sebagai berikut:
1.Karya tulis terdiri atas dua tema, yakni:

     a. Anugerah Jurnalistik ADINEGORO 2009 untuk karya tulis jurnalistik tema KEMANUSIAAN.
     b. Anugerah Jurnalistik ADINEGORO 2009 untuk karya tulis jurnalistik tema DEMOKRASI.

2. Lomba ini terbuka bagi kalangan wartawan Warga Negara Indonesia (WNI).

3. Karya tulis yang diajukan untuk mendapat Anugerah Jurnalistik adalah karya tulis karangan khas (feature) yang berbobot nasional.

4. Karya tulis harus asli, bukan terjemahan maupun saduran karya orang lain, jiplakan atau plagiat (karya orang lain).

5. Bahasa yang digunakan adalah bahasa Indonesia yang memenuhi kaidah bahasa Indonesia yang baik dan benar.

6. Karya tulis mengandung unsur kritik yang membangun, atau dengan kata lain mengandung permasalahan dan sekaligus pemecahannya.

7. Bersumber pada hasil kunjungan lapangan.

8. Karya tulis wajib dilampiri surat keterangan dari penerbitan/organisasi multimedia massa yang mempublikasikan.

9. Karya tulis tidak sedang dan belum pernah diikutkan dalam lomba lain di bidang penulisan jurnalistik.

10.Karya tulis harus sudah dipublikasikan melalui media massa cetak, atau multimedia massa (di Internet) dengan masa penerbitan/publikasi mulai 1 Januari hingga 31 Desember 2009.

11.Setiap penerbitan/organisasi multimedia massa dapat mengajukan karya tulis lebih dari satu tulisan untuk diusulkan  dalam pemilihan Anugerah Jurnalistik ADINEGORO. Pengusulan karya tulis diajukan oleh Pemimpin Redaksi/Penanggung Jawab penerbitan/organisasi multimedia massa.

12.Peserta tidak dipungut biaya apapun.

13.Anugerah jurnalistik ini tertutup untuk panitia lomba dan dewan juri.

PENGIRIMAN KARYA TULIS

1. Karya tulis jurnalistik (termasuk format digital) dikirimkan kepada:

                               PANITIA ANUGERAH JURNALISTIK ADINEGORO
                              Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Pusat
                                    Gedung Dewan Pers Lantai IV
                                      Jalan Kebon Sirih No. 34
                                     Jakarta 10110 – Indonesia.

2. Karya tulis yang dipublikasikan multimedia massa melalui portal berita wajib mengirimkan copy halaman pemuatan  sekaligus alamat lengkap laman (situs Internet)-nya ke alamat surat elektronik (e-mail):  Alamat e-mail ini dilindungi dari spambot, anda harus memampukan JavaScript untuk melihatnya (untuk bidang Kemanusiaan), dan Alamat e-mail ini dilindungi dari spambot, anda harus memampukan JavaScript untuk melihatnya (untuk bidang Demokrasi) atau mengirimkan dokumen dalam cakram dijital (CD/DVD-ROM).

3. Panitia paling lambat menerima kliping tercetak dan atau copy laman naskah karya tulis paling lambat pada 10 Januari 2010, berdasarkan cap pos atau Waktu Indonesia Barat (WIB) yang tercantum dalam format pengiriman e-mail penerimaan.
 
HADIAH

Pemenang Anugerah Jurnalistik ADINEGORO memperoleh sertifikat, plakat dan uang senilai Rp.50.000.000,00 (Lima puluh juta rupiah) untuk setiap tema karya foto.

PENJURIAN

1. Penjurian akan dilakukan dalam dua tahap, tahap pertama oleh juri seleksi tahap pertama
yang dilakukan pada tangal  11 Januari 2010 hingga 20 Januari 2010.

2. Penjurian tahap kedua dilakukan untuk menilai naskah yang lolos tahap pertama, dan
dilakukan pada tangal 20 Januari 2010  hingga 2 Februari 2010.

3. Dewan Juri Utama terdiri atas:

    -. DR Felicia N. Oetorodewo
    -. Radhar Panca Dahana (budayawan, sastrawan)
    -. Tribuana Said MDS (wartawan, Anggota Dewan Penasehat PWI Pusat,Ketua Yayasan
Pendidikan Ani Idrus, Ketua Dewan Pengawas Lembaga Pers Dr. Soetomo/LPDS).    

PENGUMUMAN PEMENANG

Pengumuman pemenang akan dilakukan pada acara puncak peringatan Hari Pers Nasional (HPN) pada 9 Februari 2010 di Palembang, Sumatera Selatan.
Hasil lomba juga diumumkan pada 10 Februari 2010 melalui laman Persatuan Wartawan Indonesia
(PWI) di http://www.pwi.or.id

KETENTUAN LAIN

1. Naskah yang masuk ke panitia tidak dikembalikan.
2. Panitia tidak membuka korespondensi dengan peserta lomba.
3. Keputusan dewan juri tidak dapat diganggu gugat.



PERSYARATAN LOMBA KARYA FOTO JURNALISTIK

Lomba foto bidang jurnalistik memiliki persyaratan umum sebagai berikut:
1.Karya foto terdiri atas dua tema, yakni:

     a. Anugerah Jurnalistik ADINEGORO 2009 untuk karya foto jurnalistik tema KEMANUSIAAN.
     b. Anugerah Jurnalistik ADINEGORO 2009 untuk karya foto jurnalistik tema DEMOKRASI.
 

2. Lomba ini terbuka bagi kalangan wartawan Warga Negara Indonesia (WNI).

3. Karya foto yang diajukan untuk mendapat Anugerah Jurnalistik adalah karya foto jurnalistik yang berbobot nasional.

4. Karya foto harus asli, bukan reproduksi maupun dan bukan jiplakan atau plagiat (karya orang lain).

5. Karya foto mengandung unsur kritik yang membangun, atau dengan kata lain mengandung permasalahan dan sekaligus pemecahannya.

6. Bersumber pada hasil kunjungan lapangan.

7. Karya foto wajib dilampiri surat keterangan dari penerbitan/organisasi multimedia massa yang mempublikasikan.

8. Karya foto tidak sedang dan belum pernah diikutkan dalam lomba lain di bidang penulisan jurnalistik.

9.Karya foto harus sudah dipublikasikan melalui media massa cetak, atau multimedia massa (di Internet) dengan masa penerbitan/publikasi mulai 1 Januari hingga 31 Desember 2009.

10.Setiap penerbitan/organisasi multimedia massa dapat mengajukan karya foto lebih dari satu foto untuk diusulkan dalam pemilihan Anugerah Jurnalistik ADINEGORO. Pengusulan karya foto diajukan oleh Pemimpin Redaksi/Penanggung Jawab penerbitan/organisasi multimedia massa.

11.Peserta tidak dipungut biaya apapun.

12.Anugerah jurnalistik ini tertutup untuk panitia lomba dan dewan juri.


PENGIRIMAN KARYA FOTO

1. Karya foto jurnalistik (termasuk format digital) dikirimkan kepada:

                               PANITIA ANUGERAH JURNALISTIK ADINEGORO
                              Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Pusat
                                    Gedung Dewan Pers Lantai IV
                                      Jalan Kebon Sirih No. 34
                                     Jakarta 10110 – Indonesia.

2. Karya foto yang dipublikasikan multimedia massa melalui portal berita wajib mengirimkan copy laman pemuatan  sekaligus alamat lengkap laman (situs Internet)-nya ke alamat surat elektronik (e-mail):  Alamat e-mail ini dilindungi dari spambot, anda harus memampukan JavaScript untuk melihatnya (untuk bidang Kemanusiaan), dan Alamat e-mail ini dilindungi dari spambot, anda harus memampukan JavaScript untuk melihatnya (untuk bidang Demokrasi) atau mengirimkan dokumen dalam cakram dijital (CD/DVD-ROM).

3. Panitia paling lambat menerima kliping tercetak dan atau copy laman naskah karya tulis paling lambat pada 10 Januari 2010, berdasarkan cap pos atau Waktu Indonesia Barat (WIB) yang tercantum dalam format pengiriman e-mail penerimaan.
 
HADIAH

Pemenang Anugerah Jurnalistik ADINEGORO memperoleh sertifikat, plakat dan uang senilai Rp.50.000.000,00 (Lima puluh juta rupiah) untuk setiap tema karya foto.

PENJURIAN

1. Penjurian akan dilakukan dalam dua tahap, tahap pertama oleh juri seleksi tahap pertama yang dilakukan pada tangal  11 Januari 2010 hingga 20 Januari 2010.

2. Penjurian tahap kedua dilakukan untuk menilai karya foto yang lolos tahap pertama, dan dilakukan pada tangal 20 Januari 2009 hingga 2 Februari 2009.

3. Dewan Juri Utama terdiri atas:

         1. Enny Nuraheni (wartawati foto)
         2. Firman Ichsan (fotografer, dosen Institut Kesenian Jakarta/IKJ)
         3. Oscar Motulloh (wartawan foto, kurator Galeri Foto Jurnalistik ANTARA/GFJA)
     

PENGUMUMAN PEMENANG

Pengumuman pemenang akan dilakukan pada acara puncak peringatan Hari Pers Nasional (HPN) pada 9 Februari 2010 di Palembang, Sumatera Selatan.
Hasil lomba juga diumumkan pada 10 Februari 2010 melalui laman Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) di http://www.pwi.or.id
 
KETENTUAN LAIN

1. Foto yang masuk ke panitia tidak dikembalikan.
2. Panitia tidak membuka korespondensi dengan peserta lomba.
3. Keputusan dewan juri tidak dapat diganggu gugat.



PERSYARATAN LOMBA KARYA TULIS TAJUK MEDIA MASSA

Lomba karya tulis tajuk media massa memiliki persyaratan umum sebagai berikut:
1. Karya tulis tajuk terbuka bagi media massa nasional.

2. Karya tulis tajuk yang diajukan untuk mendapat anugerah jurnalistik adalah karya yang berbobot nasional.

3. Karya tulis tajuk harus asli, bukan jiplakan atau plagiat (karya orang/media massa lain).

4. Karya tulis tajuk mengandung unsur kritik yang membangun, atau dengan kata lain mengandung permasalahan dan sekaligus pemecahannya.

5. Karya tulis tajuk menggunakan bahasa Indonesia yang baik dan benar.

6. Karya tulis tajuk wajib dilampiri surat keterangan dari penerbitan/organisasi multimedia massa yang mempublikasikan.

7. Karya tulis tajuk tidak sedang dan belum pernah diikutkan dalam lomba lain di bidang penulisan jurnalistik.

8.Karya tulis tajuk harus sudah dipublikasikan melalui media massa cetak, atau multimedia massa (di Internet) dengan masa penerbitan/publikasi mulai 1 Januari hingga 31 Desember 2009.

9.Setiap penerbitan/organisasi multimedia massa dapat mengajukan lebih dari satu tulis tajuk untuk diusulkan dalam pemilihan Anugerah Jurnalistik ADINEGORO. Pengusulan karya foto diajukan oleh Pemimpin Redaksi/Penanggung Jawab penerbitan/organisasi multimedia massa.

10.Peserta tidak dipungut biaya apapun.

11.Anugerah jurnalistik ini tertutup untuk panitia lomba dan dewan juri.

PENGIRIMAN KARYA TULIS TAJUK

1. Karya tulis tajuk jurnalistik (termasuk format digital) dikirimkan kepada:

                               PANITIA ANUGERAH JURNALISTIK ADINEGORO
                              Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Pusat
                                    Gedung Dewan Pers Lantai IV
                                      Jalan Kebon Sirih No. 34
                                     Jakarta 10110 – Indonesia.
 
2. Karya tulis tajuk yang dipublikasikan multimedia massa melalui portal berita wajib mengirimkan copy laman pemuatan  sekaligus alamat lengkap laman (situs Internet)-nya ke alamat surat elektronik (e-mail):  Alamat e-mail ini dilindungi dari spambot, anda harus memampukan JavaScript untuk melihatnya   atau mengirimkan dokumen dalam cakram dijital (CD/DVD-ROM).

3. Panitia paling lambat menerima kliping tercetak dan atau copy laman naskah karya tulis paling lambat pada 10 Januari 2010, berdasarkan cap pos atau Waktu Indonesia Barat (WIB) yang tercantum dalam format pengiriman e-mail penerimaan.
 
HADIAH

Media massa pemenang Anugerah Jurnalistik ADINEGORO memperoleh sertifikat, plakat dan uang
senilai Rp.50.000.000,00 (Lima puluh juta rupiah).

PENJURIAN

1. Penjurian akan dilakukan dalam dua tahap, tahap pertama oleh juri seleksi tahap pertama yang dilakukan pada tangal  11 Januari 2010 hingga 20 Januari 2010.

2. Penjurian tahap kedua dilakukan untuk menilai naskah yang lolos tahap pertama, dan dilakukan pada tangal 20 Januari 2010  hingga 2 Februari 2010.

3. Dewan Juri Utama terdiri atas:

         1. DR Artini Soeparmo (wartawati, dosen London School Public Relation)
         2. Atmakusumah Astraatmadja (tokoh kebebasan berekspresi/pers, pemenang Anugerah
Magsasay 2000)
         3. Encub Subekti (wartawan, Direktur Pendidikan PWI Pusat).

    

PENGUMUMAN PEMENANG

Pengumuman pemenang akan dilakukan pada acara puncak peringatan Hari Pers Nasional (HPN) pada 9 Februari 2010 di Palembang, Sumatera Selatan.
Hasil lomba juga diumumkan pada 10 Februari 2010 melalui laman Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) di http://www.pwi.or.id
 

KETENTUAN LAIN

1. Karya tajuk yang masuk ke panitia tidak dikembalikan.
2. Panitia tidak membuka korespondensi dengan peserta lomba.
3. Keputusan dewan juri tidak dapat diganggu gugat.
 

PENUTUP


Anugerah Jurnalistik ADINEGORO telah mendapatkan izin dari pihak keluarga Djamaluddin Adinegoro melalui Ibu Astrid B.S. Soerjo untuk digunakan Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Pusat guna melanjutkan semangat Adinegoro dalam membangun/meningkatkan profesionalisme kewartawan nasional.- (*)