Minggu, 15 Desember 2019

Wartawan Masih Belum Paham Makna Informasi

BANDAR LAMPUNG (Lampost): Masih banyak wartawan yang belum memahami bagaimana menyiarkan berita sesuai dengan makna informasi yang seharusnya disampaikan. Akibatnya, berita terkesan membosankan dan banyak kalimat dan gambar yang tidak tepat sasaran.

Hal itu dikatakan Pope Pius, Staf pengajar Lembaga Pendidikan Dr. Soetomo (LPDS) pada Lokakarya Peningkatan Jurnalistik untuk Redaktur, yang dilaksanakan Dewan Pers-LPDS Jakarta di Hotel Indra Puri, Rabu (27-8).

"Ada tiga bahasa jurnalistik siaran baik cetak, televisi, maupun radio, yaitu bahasa siaran, gambar atau visual dan audio," kata Pope Pius di hadapan sekitar 30 wartawan utusan media cetak dan elektronik se-Lampung, Rabu (27-8).

Dalam berita gambar proses produksi seharusnya memperhatikan gambar lebih dahulu, baru menulis naskah, good composing baru editing. "Namun yang terjadi banyak yang tidak mendukung makna dan hanya bergaya-gaya," kata Pope. Untuk itu perlu dikritisi.

Lokakarya selama tiga hari, Rabu--Jumat (27--29-8) itu diisi pembicara dari Dewan Pers dan para pengajar Lembaga Pendidikan Dr. Soetomo (LPDS) Jakarta.

Pembicara lain di antaranya pengajar LPDS Warief Djajanto. Dia berbicara soal panduan bagi redaktur dan teknik menyuting. Lalu Maskun Iskandar membahas soal berbahasa dalam jurnalistik. Sedangkan jurnalistik televisi dan radio diisi pembicara Pius Pope, pengajar LPDS.

Pemateri lain, Priyambodo R.H., menyampaikan materi cyber journalism. Juga hadir Wakil Ketua Dewan Pers S. Leo Batu Bara yang menyampaikan masalah dan kasus pers, serta Wina Armada Sukardi, anggota Dewan Pers, menyampaikan kode etik dan hukum pers.

"Redaktur dalam surat kabar atau editor memiliki peran penting. Mereka kerap dijuluki nurani surat kabar. Karena kesibukan, para redaktur dan wartawan perlu bertukar pengalaman untuk memperluas wawasan. Ini adalah bagian dari ajang itu," kata Detta, staf panitia lokakarya dari LPDS.

Seorang peserta, Triono Subagyo, mengatakan peningkatan jurnalistik yang diadakan Dewan Pers bekerja sama dengan LPDS ini sangat bermanfaat bagi kalangan jurnalistik di Lampung. Selain menambah wawasan, juga dapat lebih meningkatkan kemampuan dan profesionalisme wartawan dalam kerja jurnalistik.

"Ini dalam rangka peningkatan kemampuan wartawan agar lebih profesional dan memahami profesi kewartawan. Itu sangat penting," kata Triono. (*)