Minggu, 15 Desember 2019

Wartawan New York Times di Afghanistan Dibebaskan

Kabul (ANTARA News/AFP)- Seorang wartawan surat kabar New York Times yang diculik di Afghanistan dibebaskan dalam operasi pasukan khusus tetapi rekan Afghanistannya dibunuh oleh Taliban, kata seorang pejabat Afghanistan, Rabu (9/9).

Stephen Farrell, yang dilahirkan di Irlandia, dan rekannya Sultan Mohammad hilang Sabtu di provinsi Kunduz, tempat serangan udara pasukan NATO menewaskan warga sipil dan puluhan gerilyawan Taliban.

"Selasa malam, dalam satu operasi pasukan khusus di distrik Chardara, mereka berhasil membebaskan Stephen Farrell tetapi wartawan Afghanistan  Sultan Mohammad  dibunuh oleh gerilyawan Taliban dalam operasi itu," kata Gubernur Kunduz Mohammad Omar.

Laman internet New York Times melaporkan bahwa "pasukan para komando  membebaskan wartawan surat kabar itu dari para penculik di Afghanistan" tetapi tidak memberikan perincian lebih lanjut.

Abdul Razak Yaqubi, komandan polisi provinsi itu, mengatakan ia mendengar informasi itu dan mengirim satu tim ke daerah itu untuk mengetahui apa yang terjadi.

Farrell adalah wartawan asing kedua yang bekerja untuk New York Times yang diculik di Afghanistan kurang dari setahun.

David Rohde dan seorang wartawan lokal diculik di dekat Kabul bersama dengan sopir mereka November tahun lalu, tetapi melarikan diri pada Juni, kata surat kabar tersebut.

Belum ada komentar dari militer asing yang ditempatkan di Afghanistan, tempat lebih dari 100.000 tentara digelar dan berada di bawah komando Amerika Serikat dan koalisi yang dipimpin NATO dalam usaha mengalahkan aksi perlawanan Taliban.

Beberapa minggu belakangan ini adalah masa yang berdarah bagi wartawan yang meliput konflik di Afghanistan, tempat kelompok Taliban melakukan aksi perlawanan  dan kini paling berdarah dalam delapan tahun sejak invasi pimpinan AS yang menggulingkan pemerintah garis keras Taliban.

Dalam Agustus, tiga wartawan yang bekerja pada media yang berpangkalan di AS cedera akibat ledakan bom di pinggir jalan di negara itu --seorang koresponden CBS Radio News dan seorang juru foto dan juru rekam video yang bekerja untuk Associated Press. (*)