Kamis, 19 September 2019

Beri Contoh Tak Perlu Takut pada Pers

Yogyakarta (Jurnal Nasional) - Pakar ilmu komunikasi Universitas Gadjah Mada Dr Hermin Indah Wahyuni mengatakan, kemerdekaan pers kini mendapat ruang yang optimal selama pemerintahan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono. Hal itu cukup positif untuk membawa kehidupan media yang sehat dan mampu menciptakan kondisi pers yang berfungsi sebagai ruang dialog dalam proses demokratisasi.

Menurutnya, pemberian medali kemerdekaan pers oleh Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) kepada Presiden SBY bisa dilihat sebagai dorongan untuk mewujudkan pers yang sehat. "Seluruh aktor mendapatkan ruang yang sama untuk berbicara di media. Termasuk tidak dengan mudah membawa kasus yang diangkat oleh pers ke ranah pidana," kata Hermin kepada Jurnal Nasional di Yogyakarta (16/2).

Tentu, kondisi pers akan sehat jika semua aktor (negarawan, akademisi, media watch, masyarakat) termasuk Dewan Pers mampu menjalankan peran sesuai level kewenangan masing-masing. Klaim “kebenaran” kini tak bisa begitu saja dipaksakan sebelum mendapatkan diskusi panjang di dalam liputan media.

Apalagi sejak pascareformasi 1998, infrastruktur yang mendukung kebebasan telah ada. Seperti: keberadaan Dewan Pers sebagai penjaga gawang kemerdekaan pers. "Kebebasan pers selalu didorong. Ruang dialog yang optimal mendapat ruang di media. Presiden SBY telah memberi contoh bahwa kita tidak perlu takut pada pers," kata Hermin.

Dalam peringatan Hari Pers Nasional ke-63, Presiden SBY mendapatkan penghargaan medali emas kemerdekaan pers, Senin (9/2). “Penghargaan itu tak hanya diberikan oleh PWI, tapi juga oleh delapan komponen pers,” kata Ketua Umum Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Pusat, Margiono. Yakni: Dewan Pers, Serikat Pekerja Suratkabar, Serikat Grafika Pers (SGP), Ikatan Jurnalis Televisi Indonesia (IJTI), Persatuan Perusahaan Periklanan Indonesia (P3I), Persatuan Radio Siaran Swasta Nasional Indonesia (PRSSNI), Asosiasi Televisi Swasta Indonesia (ATSI), dan Asosiasi Televisi Lokal Indonesia (ATLI). SBY dinilai sebagai figur Presiden  yang selalu menyelesaikan persoalan jurnalistik dengan menggunakan hak jawab dan dialog sesuai dengan UU Pers. Bahkan, dapat dikatakan, SBY merupakan “ikon kemerdekaan pers” di Tanah Air. (by: Much Fatchurochman)