Kamis, 19 September 2019

Waspadai Upaya Kembalikan Pers ke Orde Lama

Jakarta (Jurnal Nasional) - Menilik prospek kemerdekaan pers ke depan, Goenawan Mohamad mengatakan, ada beberapa upaya dari sebagian elite politik kini yang menginginkan suasana pers seperti pada zaman Orde Lama: kembali ke superioritas UUD 1945. “Hal itu harus menjadi perhatian pemerintahan saat ini untuk terus mengawal dan menjamin kemerdekaan pers," katanya kepada Jurnal Nasional.

Goenawan menyebut mereka sebagai orang yang tidak suka kontrol media terhadap tindak-tanduk mereka. "Mestinya, yang terpenting, gunakan hak jawab dan konsultasikan bersama Dewan Pers bila memang ada media yang menyudutkan mereka," kata wartawan senior yang sudah pernah keluar-masuk penjara karena karya jurnalistiknya ini.

Memang, Goen pun mengakui, tidak semua media memberi pencerahan, dan tidak menggunakan kode etik jurnalistik secara baik. Karena itu ia mengingatkan agar masyarakat tidak menggeneralisasi semua media.

Tentang penganugerahan medali emas kepada SBY oleh Persatuan Wartawan Indonesia (PWI), Goenawan menilai tepat. "SBY menjadi contoh teladan yang baik dalam menggunakan hak jawabnya," katanya.

Meski begitu Goenawan khawatir, masyarakat menilai tindakan PWI itu sekadar "menjilat" pemerintah. Sebab kebiasan PWI sebelumnya selalu dekat dengan penguasa. "Tapi saya tidak menilai begitu, karena kepemimpinan PWI di bawah Margiono sekarang sangat jauh lebih baik," katanya.

Apa yang dilakukan SBY saat ini merupakan akumulasi dari semua perjuangan seluruh elemen masyarakat, termasuk wartawan, Aliansi Jurnalis Indonesia (AJI) dan tentu Presiden pascareformasi. Khusus AJI, Goenawan menilai, lembaga inilah yang pertamakali menyerukan agar pers harus merdeka dan jauh dari ancaman pemberedelan dari penguasa.  (by: Timur Arif Riyadi)