Minggu, 15 Desember 2019

Wartawan Radar Bali Diduga Dibunuh

Denpasar (ANTARA News) - Anak Agung Prabangsa (44), wartawan Harian Umum Radar Bali yang ditemukan mengambang di permukaan laut dan telah menjadi mayat, diduga kuat telah menjadi korban aksi pembunuhan.

Dugaan itu dilihat dari kondisi fisik atas jenazah korban yang bagian matanya luka parah, dan tengkoraknya juga terluka parah yang diduga akibat hantaman benda tumpul.

Petugas pada Ditreskrim Polda Bali di Denpasar, Senin (16/2), mengatakan bahwa bagian lengan kiri korban juga diketahui patah dan pada lingkaran lehernya diduga ada bekas resapan darah layaknya orang dijerat.


"Dilihat dari ciri-ciri seperti itu, maka ada dugaan korban tewas akibat tindak pembunuhan," ujar seorang polisi.

Kabid Humas Polda Bali, Kombes Pol Gde Sugianyar, mengemukakan bahwa kalau bagian atas batok kepala korban telah hancur dan nyaris gepeng, sementara di bagian lehernya mengalami pembengkakan.

Namun demikian, ia mengemukakan, belum dapat memastikan bahwa korban telah tewas akibat dibunuh, sehubungan masih harus dilakukan penyelidikan secara intensif.

"Orang kalau melihat sepintas, pasti menduga akibat tindak pembunuhan. Namun, semua itu masih harus dibuktikan," katanya.

AA Prabangsa yang sempat dilaporkan menghilang dari rumahnya, ditemukan telah mengambang menjadi mayat di perairan Selat Lombok di dekat pantai Kabupaten Karangasem, Bali bagian timur, Senin (16/2) pagi.

Petugas dari Polres Karangasem yang ambil bagian dalam mengevakuasi jenazah korban dari perairan tersebut, menyebutkan, korban tewas diyakini bernama AA Prabangsa setelah di bagian saku celananya ditemukan kartu pers Radar Bali atas nama yang bersangkutan.

Jenazahnya berhasil dievakuasi menggunakan sebuah speed boat, jenazah "perajin kata" itu diangkut menggunakan mobil ambulance dari Pelabuhan Padangbai, Karangasem menuju RSUP Sanglah Denpasar guna dimintakan visum dokter mengenai sebab-sebab kematiannya.

"Petugas perlu melakukan otopsi atas jenazah korban guna mengetahui sebab-sebab kematiannya, apakah karena kecelakaan atau hal yang lainnya," kata Kombes Sugianyar, yang hadir ke RSUP Sanglah untuk memastikan bahwa korban betul-betul wartawan yang sempat dilaporkan hilang.

Prabangsa, baik oleh pihak keluarga maupun pimpinan perusahaaan tempatnya bekerja, sempat dilaporkan ke pihak Poltabes Denpasar telah menghilang dari rumahnya di Denpasar sejak Rabu lalu, 11 Pebruari lalu.

Anehnya, menurut pihak keluarga korban, sepeda motor milik Prabangsa justru ditemukan di kampung kelahirannya daerah Taman Bali, Kabupaten Bangli.

Sementara itu, keluarga korban yang di Taman Bali, mengaku sempat kedatangan Prabangsa hari Rabu itu, namun tidak lama singgah ke rumah karena yang bersangkutan pergi lagi entah ke mana.

"Karena tidak ada yang tahu kepergian Prabangsa yang entah kemana itulah, pihak keluarganya kemudian melaporkannya hilang," kata Kombes Sugianyar.

Prabangsa tercatat memulai karirnya sebagai wartawan Harian Umum Nusa Bali pada 1997, kemudian pada 2000 pindah kerja ke Mingguan Manggala, dan terakhir sejak 2003 hingga sekarang menjadi wartawan Harian Umum Radar Bali, grup Jawa Pos. (*)